Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menilik Sejarah Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya: Nama Gelora Dipilih Sebagai Wujud Perjuangan Bangsa Indonesia

Andy Satria • Jumat, 11 Juli 2025 | 20:08 WIB

 

GAGAH: Stadion Gelora 10 November resmi menggantikan nama Stadion Tambaksari saat Jawa Timur (Surabaya) menjadi tuan rumah PON ke-VII 1969.
GAGAH: Stadion Gelora 10 November resmi menggantikan nama Stadion Tambaksari saat Jawa Timur (Surabaya) menjadi tuan rumah PON ke-VII 1969.

RADAR SURABAYA - Pemilihan nama Gelora dengan ditambah kalimat 10 November di belakangnya menggantikan nama Stadion Tambaksari yang sebelumnya akrab di telinga warga Surabaya, memiliki makna yang mendalam. Tak hanya bagi Kota Pahlawan tapi juga Indonesia.

Menurut Nur Setiawan, sebagai pegiat sejarah Kota Surabaya, pemilihan nama tersebut merupakan sebagai wujud perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah berhenti.

"Di belakang kata Gelora disematkan peristiwa sakral 10 November, sebagai wujud perjuangan bangsa Indonesia tidak pernah berhenti, khususnya dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan serta kemajuan lainnya," ujar Nur Setiawan.

Nama Gelora 10 November resmi digunakan sebagai pengganti Stadion Tambaksari, dalam penyelenggaraan PON ke-VII Jawa Timur di tahun 1969.

PON ke-VII adalah pekan olahraga pertama di era orde baru (orba).

"Lahirnya nama Gelora 10 November untuk gelanggang olahraga terbesar di Jatim 56 tahun silam itu, selain didedikasikan untuk PON VII, juga sebagai simbol kolektif bahwa genderang semangat perjuangan melawan penjajah pada tahun 1945 ditabuh di kota Surabaya," ujar pria yang akan disapa Wawan tersebut.

Seperti diketahui, Surabaya sangat dikenal dengan peristiwa 10 November.

Yang pada saat itu, warga Kota Surabaya berjuang mengusir penjajah dengan gigih.

Harta dan nyawa bahkan segalanya mereka korbankan untuk negara Indonesia.

"Agar ribuan nyawa pejuang yang telah berkorban sebagai tumbal negara dapat direfleksikan dalam sebuah prestasi. Baik dalam bidang olahraga, bidang IPTEK maupun bidang lainnya. Khususnya bagi generasi muda agar selalu ingat peristiwa bersejarah, bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan diberi melainkan direbut melalui pengorbanan pikiran, jiwa dan raga," tutur Wawan. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#perjuangan #Stadion Gelora 10 November #stadion tambaksari #Jawa Timur #kota pahlawan #PON VII #sejarah #Nur Setiawan