RADAR SURABAYA - Proses pembangunan komplek olahraga Stadion Tambaksari, yang terdiri dari stadion utama sepak bola, lapangan pendukung Karanggayam dan gedung atletik selesai dalam kurun waktu beberapa bulan.
Bangunan-bangunan tersebut siap menyambut penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-7 1969, dengan Jawa Timur sebagai tuan rumah pekan olahraga multieven tersebut.
Pegiat sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengatakan bahwa proses penggarapan komplek Stadion Tambaksari yang memerlukan waktu beberapa bulan tersebut, merupakan sebuah suksesi Kota Surabaya.
"Pembangunan kolosal ini sebagai tanda suksesi Surabaya, umumnya Jawa Timur dalam mengisi pembangunan di era kemerdekaan, meskipun situasi politik nasional kala itu tidak kondusif," jelas Nur Setiawan.
Menurut pria yang akrab disapa Wawan tersebut, semua keberhasilan Surabaya dalam menyambut perhelatan even bergengsi ini, merupakan buah dari sinergitas yang baik dari semua institusi dan masyarakat kota Pahlawan.
"Ini merupakan kali kedua bagi Surabaya dalam mengisi pembangunan saat keadaan kurang bagus. Namun berkat sinergitas yg baik antar institusi dan masyarakat, maka segala niat serta harapan dapat terwujud dengan maksimal," ujarnya.
Pemberian nama khusus untuk menggantikan nama sebelumnya mulai dipikirkan para stakeholder saat itu.
Nama Stadion Tambaksari akan segera diganti dengan nama yang lebih menasional, bahkan internasional.
Yang lebih menunjukkan semangat perjuangan warga Jawa Timur, khususnya warga Surabaya.
Karena nantinya penyelenggaraan PON ke-VII ini akan disaksikan, bahkan dihadiri kontingen olahraga dari seluruh tanah air. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa