RADAR SURABAYA - Stadion Tambaksari semakin terlihat megah karena dilakukan renovasi besar-besaran di tahun 1969.
Ditambah lagi didukung dengan adanya beberapa gedung baru sebagai pendukung stadion, sehingga menjadi komplek olahraga Surabaya.
Stadion Tambaksari yang awalnya dibangun hanya untuk menggelar cabang olahraga sepak bola saja, sejak direnovasi di tahun 1969 merambah menjadi komplek yang menggelar sejumlah cabang olahraga.
Renovasi besar-besaran dengan menambah sejumlah fasilitas dilakukan, karena Stadion Tambaksari menjadi bagian dari venue PON VII/1969.
Pegiat sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengatakan, gaya arsitektur Stadion Tambaksari merupakan gaya arsitektur Indonesia pasca kemerdekaan.
"Untuk arsitektur dari Stadion Tambaksari yang baru, termasuk gedung atletik memiliki gaya jengki. Yakni sebuah desain arsitektural Indonesia pasca kemerdekaan," ujar Nur Setiawan.
Jengki atau gaya Yankee adalah sebuah gaya arsitektur modernis pascaperang yang berkembang di Indonesia setelah kemerdekaan.
Gaya ini terbilang laku di Indonesia antara akhir tahun 1950-an hingga awal 1960-an.
Selain itu, di Stadion Tambaksari memiliki sentuhan nilai seni.
Di area dinding luar stadion, terdapat sejumlah relief berukuran besar yang menghiasi bangunan kebanggaan warga Surabaya tersebut.
Sehingga menampakkan sisi seni arsitektur bangunan, yang tidak hanya menonjolkan semangat kemegahannya sebagai bangunan olahraga saja.
Sisi artistik pada stadion, memberikan sentuhan yang indah di balik dunia olahraga. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa