RADAR SURABAYA - Dengan semakin masifnya perkembangan sepak bola di Surabaya, diiringi dengan semakin banyaknya klub sepak bola yang lahir, antusiasme masyarakat kian menggelora.
Hal itu menjadi salah satu alasan digelarnya turnamen sepak bola di Kota Surabaya.
Pegiat sejarah Nur Setiawan menceritakan, sekitar tahun 1930-an, banyak perusahaan Hindia Belanda yang ada di Surabaya mulai memiliki klub sepak bola.
Melalui peran aktif perusahaan-perusahaan Hindia Belanda yang beroperasi di kota ini, merupakan awal digelarnya turnamen sepak bola.
"Pada tahun 1930-an, perusahaan-perusahaan di Surabaya yang memiliki klub sepak bola, dalam kurun waktu tertentu menggelar turnamen," ujar Wawan, sapaan karib Nur Setiawan.
Saat itu, lanjut Wawan, turnamen-turnamen yang digelar oleh perusahaan cukup menarik perhatian khalayak pada masa itu.
Hingga akhirnya media massa saat itu, menganggap turnamen tersebut layak untuk dipublikasikan serta disebarluaskan.
"Turnamen tersebut menarik perhatian masyarakat luas. Hingga akhirnya surat kabar pada masa itu tertarik untuk menjadikan sebuah berita, serta mempublikasikan turnamen serta dijadikan sebagai ajang pencarian pemain," jelas Wawan.
Surat kabar yang terbit pada masa itu mulai mempublikasikan jalannya turnamen.
Mereka menurunkan berita lengkap, mulai dari hasil pertandingan, profil pemain, hingga ulasan gaya bermain dari masing-masing tim.
Tak ayal, turnamen-turnamen tersebut menjadi salah satu sarana pencarian bakat yang cukup efektif di masa itu.
Turnamen-turnamen tersebut bukan hanya sekadar kompetisi. Ia menjadi ruang interaksi, adu strategi, sekaligus menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat Surabaya saat itu. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa