RADAR SURABAYA - Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya yang dulunya dikenal sebagai Lapangan Tambaksari, merupakan salah satu tempat perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Karena banyak warga yang memanfaatkan lapangan tersebut, untuk berdagang atau berniaga.
Namun sebagai lapangan cikal bakal stadion kebanggan warga Surabaya, di Lapangan Tambaksari banyak lahir talenta-talenta muda berbakat di dunia sepak bola.
Menurut pegiat sejarah, Nur Setiawan, Lapangan Tambaksari, Surabaya merupakan embrio lahirnya bibit-bibit klub sepak bola dari sejumlah perkumpulan.
Dari situlah para pemain sepak bola lahir, karena dari klub tersebut mereka ditempa.
"Lapangan Tambaksari dulu, banyak terbentuk klub-klub sepakbola. Banyak para pemain sepak bola yang lahir dan dibesarkan oleh klub-klub tersebut," cerita Wawan, sapaan karib Nur Setiawan.
Pada penggemar sepak bola, memanfaatkan klub-klub tersebut untuk berlatih serta mengembangkan bakatnya.
Mereka berlatih, ditempa dan mengasah skill dari para pelatih yang ada di klub-klub tersebut.
Namun, lanjut Wawan tidak hanya orang Eropa saja yang menimba ilmu untuk mengasah keterampilan mereka dalam mengolah si kulit bundar.
Warga lokal yang menggemari olahraga tersebut juga turut berlatih di lapangan cikal bakal Stadion Gelora 10 November tersebut.
"Tidak hanya orang-orang Eropa saja yang berlatih di sana, kaum Bumi Putera di masa itu yang memiliki minat di olah raga ini juga turut berlatih di klub-klub yang berdiri di Lapangan Tambaksari," ujar Wawan.
Semuanya melebur menjadi satu ketika berlatih, dan mendalami olahraga yang dibawa oleh orang-orang Belanda ke Indonesia.
Hingga semakin banyaknya klub yang terbentuk, disambut pula penyelenggaraan turnamen untuk semakin menyemarakkan olahraga ini. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa