RADAR SURABAYA - Lapangan Tambaksari Surabaya bukan sekadar lahan kosong atau tempat bermain bola semata.
Di sinilah cikal bakal Stadion Gelora 10 November berdiri, sebuah stadion yang kini menjadi saksi bisu perjalanan sepak bola di Kota Pahlawan.
Sebagai area yang menjadi lapangan cikal bakal dibangunnya Stadion Gelora 10 November, lapangan tempat lahirnya talenta-talenta muda berbakat di bidang sepak bola ini, merupakan area tempat berkumpulnya masyarakat sekitar.
Namun, sebelum stadion megah itu dibangun, lapangan ini lebih dari sekadar tempat olahraga. Ia adalah titik temu.
Sebuah ruang terbuka yang menjadi tempat berkumpulnya warga, anak-anak muda, hingga para pedagang.
Suasananya riuh tapi hangat, mencerminkan semangat gotong royong khas masyarakat Surabaya.
Menurut pegiat sejarah Nur Setiawan, atau yang akrab disapa Wawan, Lapangan Tambaksari tempo dulu memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat sekitar.
"Lapangan ini dulunya menjadi muara berkumpulnya warga. Selain untuk olahraga, tempat ini juga sering digunakan sebagai area berdagang," ujar Wawan.
Menariknya, aktivitas jual beli di lapangan tersebut mirip dengan apa yang kita kenal sekarang sebagai pasar kaget.
Pasarnya tidak permanen, hanya muncul di waktu-waktu tertentu, biasanya pada pagi hari. Meski begitu, antusiasme warga begitu tinggi.
"Kira-kira seperti pasar kaget yang hanya buka pada pagi hari. Barang dagangannya pun bermacam-macam, seperti sayur yang dipanen dari rumah warga sekitar, ada juga hewan ternak hingga peralatan dapur dan mungkin masih banyak lagi," ujar Wawan.
Lapangan ini memjadi saksi bisu bagaimana masyarakat saling berinteraksi.
Di satu sisi, para pemuda berolahraga dan bermain bola.
Di sisi lain, para pedagang sibuk dengan barang dan juga pelanggan.
Lapangan Tambaksari adalah ruang kenangan yang terus hidup dalam ingatan banyak orang tempat lahirnya bakat sepak bola, dan juga tempat sederhana yang jadi denyut nadi ekonomi rakyat.
Sebuah simbol kuat bahwa ruang publik bisa punya banyak makna. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa