RADAR SURABAYA - Stadion Gelora 10 November yang merupakan stadion kebanggaan arek-arek Suroboyo, dibangun sekitar tahun 1950-1960.
Stadion ini memiliki banyak sejarah, salah satunya adalah tempat berkumpulnya para pemuda Surabaya dalam menolak kolonialisme.
Sebelum menjadi lapangan legendaris dan bersejarah, terutama untuk warga Surabaya, kawasan tempat berdirinya Stadion Gelora 10 November tersebut, dulunya banyak dimanfaatkan sebagian besar masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah sebagai pasar kaget, lapangan hingga sebagai ajang berkumpulnya para pemuda untuk mengadakan rapat koordinasi untuk perjuangan kemerdekaan.
Di kawasan tersebut juga terdapat makam-makam kuno etnis Tionghoa, atau yang biasa disebut bong. Meskipun tidak diketahui secara pasti di mana area tersebut berada.
Pegiat sejarah, Nur Setiawan mengatakan ada yang ditinggalkan dari kawasan pemakaman tersebut, meskipun bukan secara fisik.
"Selain lapangan bersejarah, dahulu di Tambaksari juga terdapat makam kuno orang-orang Tionghoa atau yang biasa disebut bong," ujar Wawan, sapaan karib Nur Setiawan.
Seiring berkembangnya zaman, bong ini telah tiada, tanpa meninggalkan jejak.
"Bekas makam tersebut hanya meninggalkan sebuah tetenger, yaitu kampung Tambaksari Bong," tambah Wawan. (bersambung/opi)
Editor : Nurista Purnamasari