Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menilik Sejarah Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Ada sejak 1920-an, Dulunya Tempat Rapat Samudera untuk Menolak Kolonialisme

Andy Satria • Jumat, 9 Mei 2025 | 15:39 WIB

 

 

Arek-arek Suroboyo membawa poster saat datang ke Rapat Samodera di Lapangan Tambaksari, Surabaya.
Arek-arek Suroboyo membawa poster saat datang ke Rapat Samodera di Lapangan Tambaksari, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Stadion Gelora 10 November terletak di Jalan Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Dulunya, Lokasi stadion kebanggaan warga Kota Pahlawan tersebut adalah tambak dan rawa. 

Kawasan tambak dan rawa di kawasan tersebut perlahan mulai menghilang, karena semakin banyaknya masyarakat yang menjadikan daerah itu sebagai pemukiman yang berpenghasilan secara turun temurun.

Pegiat sejarah Nur Setiawan mengatakan bahwa dahulu di kawasan tersebut terdapat semacam lapangan. Yang pada zaman dahulu digunakan seperti pasar kaget.

“Dahulu di Tambaksari juga terdapat lapangan yang oleh masyarakat tempo dulu dijadikan semacam pasar kaget atau alun-alun tapi hanya setingkat kecamatan,” ujar Wawan, sapaan akrab Nur Setiawan.

Bahkan, lanjut Wawan, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa lapangan tersebut diperkirakan sudah ada sejak tahun 1920-an. Di kawasan terkait, juga banyak ditemukan makam Tionghoa.

Hingga pada tahun 1945 sekitar bulan September, pemuda-pemudi dari berbagai penjuru kota Surabaya memanfaatkan lapangan tersebut untuk rapat.

“Para pemuda dari seluruh Surabaya yang jumlahnya hingga ribuan, memanfaatkan lapangan tersebut untuk rapat. Rapat tersebut disebut Rapat Samudera,” ujar Wawan.

Rapat tersebut, lanjut Wawan, bertujuan untuk memperkuat dan mempersatukan seluruh elemen di Surabaya. Mereka menolak kolonialisme dan melawan penjajahan, apa pun bentuknya.

Dan menjadikan lahan tersebut sebagai salah satu pendukung perjuangan kemerdekaan. (bersambung/opi)

 

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #Pasar Kaget #tionghoa #kolonialisme #Rapat Samudera #sejarah Surabaya #Gelora 10 November