RADAR SURABAYA - Prasasti Wurare yang menjadi lapik Arca Joko Dolog rupanya tidak hanya menyimpan kisah tentang pendeta sakti bernama Arrya Bharad.
Prasasti itu menyimpan kisah lain tentang penghormatan pada Sang Tathagata.
Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, bait pertama prasasti Wurare dalam tafsiran arkeologi dan epigrafi ialah "adāu namāmi sarbājñaṃ / jñānakayan tathāgataṃ / sarvvaskandhātiguhyasthani / sadasatpakṣavarjjitaṃ".
"Maknanya adalah pertama-tama aku memberikan penghormatan (puja puji) kepada Sang Tathagata (Pencipta), Sang Maha Tahu yang merupakan perwujudan dari pengetahuan yang lebih tinggi, yang bersemayam paling tersembunyi di dalam skandha, yang tidak bisa dikatakan ada atau tidak ada," kata pria yang akrab disapa Wawan itu.
Dia menjelaskan, secara universal, arca pendarmaan raja Singasari terakhir yang berjuluk Sri Kertanegara tersebut merupakan sosok yang mempunyai ilmu pengetahuan tinggi.
Selain itu, Sri Kertanegara juga memiliki kemampuan spiritualitas diatas rata-rata orang biasa.
Mempunyai derajat setara dewa dan dihormati oleh seluruh mahluk, khususnya masyarakat Singasari kala itu.
"Penggambaran rupa arca Mahasobya atau Joko Dolog itu bisa dikatakan sebagai lambang spritual kepada seseorang yg mempunyai tingkat kematangan dalam menganut ajaran yang diyakininya," ujarnya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari