RADAR SURABAYA - Arca Joko Dolog yang merupakan arca Buddha dan pendarmaan raja terakhir Singhasari Sri Kertanegara.
Patung ini merupakan rekaman sejarah dari masa lampau yang menyimpan riwayat monumental.
Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan menjelaskan, di bagian bawahnya ada terpatri prasasti melingkar yang dijuluki sebagai prasasti Wurare. Wurare sendiri merupakan nama sebuah wilayah.
"Iya, Wurare merupakan nama wilayah atau tempat pendarmaan (makam) raja Singasari yang juga mempunyai gelar mahasobya," kata dia kepada Radar Surabaya.
Pria yang akrab disapa Wawan itu melanjutkan, arca itu sengaja dibuat oleh pengikutnya sebagai bentuk penghormatan.
Raja ini sendiri mengapa dispesialkan karena oleh keturunannya dia dianggap sudah mencapai derajat jina (Buddha Agung).
"Derajat jina merupakan sebuah capaian spiritual tinggi dalam ajaran Buddha," tuturnya.
Dia menambahkan, di sisi lain beredar juga pendapat sejumlah pengamat lain yang mengartikan mengenai keberadaan arca ini.
"Beberapa pengamat mengartikan bahwa arca Joko dolog sebetulnya menggambarkan penghuni sekaligus penguasa di Wurare yang sesungguhnya, yakni Mpu Bharada," ujarnya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari