RADAR SURABAYA - Lebaran menjadi hari yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Tradisi yang selalu ada dan masih dilestarikan saat lebaran di Surabaya salah satunya tradisi unjung-unjung (saling mengunjungi).
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, tradisi unjung-unjung merupakan tradisi umum di pulau Jawa, salah satunya di Surabaya.
"Di Kota Pahlawan ini tradisi unjung-unjung masih lestari hingga sekarang terutama saat hari Raya Idul Fitri. Tradisi unjung-unjung sebetulnya muncul sejak era Sultan Agung, Raja Mataram Islam," ungkapnya kepada Radar Surabaya.
Nur menambahkan, tradisi unjung-unjung sudah membumi saat masyarakat Jawa telah banyak memeluk ajaran Islam.
"Unjung-unjung disimbolkan sebagai ajang silahturahmi dan memperkuat Ukhuwah Islamiah bagi penganut Islam, khususnya saat Hari Raya Idul Fitri," terangnya.
Salah satu pendiri Komunitas Surabaya Historical ini menuturkan, awalnya unjung-unjung hanya saling berkunjung ke rumah tetangga, kerabat dan sanak famili setelah menunaikan ibadah salat Idul Fitri untuk memohon maaf.
"Namun di kemudian hari tradisi unjung-unjung mulai disisipi tradisi mulia lainnya yaitu 'dono weweh', yaitu sodakoh ala tradisional Jawa, dengan cara memberikan uang terhadap anak-anak kecil sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," pungkasnya.
Dua tradisi saat lebaran Idul Fitri tersebut masih lestari hingga kini. (rus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari