RADAR SURABAYA - Arca Joko Dolog menyimpan banyak sejarah. Salah satunya ialah yang tertulis dalam prasasti Wurare di lapik arca atau tatakan dari arca tersebut.
Prasasti Wurare sendiri adalah prasasti peninggalan Kerajaan Singasari yang berisi peringatan pendirian arca Mahaksobhya.
Prasasti ini ditulis dalam bahasa Sansekerta menggunakan aksara Jawa Kuno. Letaknya yakni terpahat pada alas Arca Joko Dolog.
Prasasti ini bertarikh 1211 Saka atau 21 November 1289. Prasasti ini memperingati penobatan arca Mahaksobhya di tempat bernama Wurare.
Pegiat sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan kalau prasasti Wurare itu terdiri dari 19 bait.
Bahasa yang dipakai adalah Sansekerta dan berisi tentang seorang pendeta sakti bernama Arrya Bharad.
"Isinya antara lain mengkisahkan tentang seorang pendeta sakti bernama Arrya Bharad yang membelah tanah Jawa menjadi dua kerajaan dengan air ajaib dari kendinya," kata pria yang akrab di sapa Wawan itu.
Dia melanjutkan, dari pembelahan tanah Jawa itu, terciptalah dua wilayah kerajaan yang kemudian dikenal dengan nama wilayah Jenggala dan Panjalu.
Kedua wilayah ini sengaja dibelah demi mempertahankan kondusivitas wilayahnya.
Sebab, jika tidak demikian, perang saudara bisa saja meletus dan akhirnya terjadi perebutan wilayah kekuasaan dari masing-masing pangeran.
"Pembagian wilayah atau negara ini dilakukan untuk menghindari perang saudara antara dua pangeran yang ingin berperang untuk memperebutkan wilayah serta kekuasaan," ujarnya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari