Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menilik Sejarah Arca Joko Dolog, Filosofi dalam Setiap Pahatan

Dimas Mahendra • Sabtu, 22 Maret 2025 | 00:50 WIB

 

PERWUJUDAN: Arca Joko Dolog dipahat dalam posisi duduk dan bersikap Bhumisparsa mudra.
PERWUJUDAN: Arca Joko Dolog dipahat dalam posisi duduk dan bersikap Bhumisparsa mudra.

RADAR SURABAYA - Arca Joko Dolog yang berada di Jantung Kota Surabaya rupanya memiliki sejumlah filosofis. Hal ini dilihat dari sejumlah bentuk posisi dari arca itu. 

Anggota Begandring Soerabaia Bidang Kekunaan, TP Wijoyo mengungkapkan, arca tersebut memang diduga merupakan perwujudan dari Raja Sri Kertanagara (Kerajaan Singasari).

Dari prasasti yang terpahat di bagian bawah arca, diketahui berangka tahun 1211 saka (1289 M).

"Tahun tersebut merujuk pada masa pemerintahan raja Sri Kertanagara dari Kerajaan Singhasari," kata Wijoyo kepada Radar Surabaya.

Arca itu menurut dia merupakan arca perwujudan mahasobya jinalaya. Dalam serat pararaton Raja Kertanagara disebut ‘Bathara Siwa Buddha’.

"Dari prasasti Wurare yg terpahat di bagian bawah arca Joko Dolog, menyebut nama Raja Sri Kertanagara yang sempurna dalam ajaran yang ditasbihkan sebagai mahasobya jinalaya," ujarnya.

Jika dideskripsikan, Wijoyo melanjutkan, arca perwujudan mahasobya jinalaya itu adalah arca perlambang dalam ajaran Buddha (kasogatan).

Arca tersebut dengan posisi duduk dan bersikap Bhumisparsa mudra.

"Hal itu melambangkan memanggil bumi sebagai saksi, dimana tangan kiri berada di atas pangkuan, sedangkan tangan kanan menelungkup di atas lutut. Di bagian lapik bawah arca terdapat pahatan prasasti, beraksara jawa kuna, berbahasa sansekerta, yang kelak disebut prasasti Wurare," pungkasnya. (bersambung/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Begandring Soerabaia #surabaya #Arca Joko Dolog #Sri Kertanagara #kerajaan Singasari