Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menelusuri Sejarah Pembangunan Saluran Air di Surabaya, Jalur Baru dan Lama Aliran hingga Muara Sungai

Mus Purmadani • Senin, 10 Maret 2025 | 16:46 WIB
BERUBAH: Peta lawas Surabaya tahun 1825 yang menunjukkan jalur aliran serta muara baru dan lama dari Kalimas.
BERUBAH: Peta lawas Surabaya tahun 1825 yang menunjukkan jalur aliran serta muara baru dan lama dari Kalimas.

RADAR SURABAYA - Sebuah peta Surabaya tertua diketahui berangka tahun 1677 M. Peta ini sesungguhnya lembar laporan yang dibuat oleh Laksamana Cornelis Speelman atas misinya ke Surabaya dalam menghadapi Trunojoyo.

Secara umum, peta itu menggambarkan area topografi Surabaya yang pada pertengahan abad 17 garis pantainya tidak jauh berbeda dari abad 21.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan, pada peta abad 17 diilustrasikan ada dua sungai.

Satu sungai bermuara di sebuah teluk, yang selanjutnya dikenal bernama Teluk Lamong.

Sungai ini bernama Sungai Surabaya (Rivier van Surabaya).

“Kini, sungai yang menjulur ke Teluk Lamong ini sudah mati, karena pada ruas sungai di daerah Kampung Baru (utara Jembatan Merah) dibuatkan sudetan (kanal) yang langsung potong kompas lurus ke utara. Sudetan ini dibuat pada awal abad 19, yang selanjutnya disebut Kanal Kalimas,” katanya kepada Radar Surabaya.

Sedangkan sungai lainnya bermuara di selat Madura. Nama sungainya adalah Sungai Ampel (Rivier van Ampel), yang sekarang dikenal dengan nama Sungai Pegirian.

Namun dalam perkembangan zaman, muara Sungai Pegirian ini juga berubah.

Tidak lagi bermuara di Semampir, tetapi berpindah di Tambak Wedi.

Muaranya sama-sama di Selat Madura. Karena perkembangan zaman, perubahan pun terjadi. Kedua muara Sungai Kalimas dan Pegirian berubah.

Sebelum abad 17, Sungai Kalimas, yang kala itu disebut Pa-Tsih-Kan menjadi jalur utama yang menghubungkan lautan dan pedalaman Jawa, khususnya ke Majapahit.

Bahkan kedatangan pasukan Tartar pada 1293 juga melalui sungai ini.

“Dalam perkembangan zaman, Kalimas masih tetap menjadi jalur kedatangan imigran Cina sampai abad 18,” jelasnya.

Kapal-kapal besar sebelum menurunkan perahu-perahu kecil (sekoci) terlebih dahulu lempar jangkar di muara Pa-Tsih-Kan (Kalimas), yang dapat diduga, tidak lain adalah sebuah teluk.

Berbagai sejarawan mengakui bahwa teluk menjadi tempat yang enak dan aman bagi kapal-kapal lego jangkar. (bersambung/nur)

 

Editor : Nurista Purnamasari
#muara sungai #saluran air #surabaya #PETA #garis pantai #sejarah Surabaya #kalimas