Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menelusuri Sejarah Pembangunan Saluran Air di Surabaya, Teluk Lamong Tempat Bersandar Kapal-Kapal Besar

Mus Purmadani • Rabu, 5 Maret 2025 | 22:35 WIB

SEJAK ERA KOLONIAL: Teluk Lamong merupakan pelabuhan kuno yang menjadi persinggahan kapal-kapal besar.
SEJAK ERA KOLONIAL: Teluk Lamong merupakan pelabuhan kuno yang menjadi persinggahan kapal-kapal besar.

RADAR SURABAYA - Wilayah Teluk Lamong secara alami sangat strategis untuk persinggahan kapal-kapal besar, lautnya relatif dalam.

Sejarah menunjukkan bahwa sudah berabad-abad lamanya. Teluk ini menjadi jujugan kapal-kapal besar mulai dari era kedatangan tentara Tartar (Mongol) di abad 13, Muhibbah Cheng Ho di abad 15.

Kemudian kedatangan VOC pada abad 17 serta kedatangan saudagar dan Imigran Cina pada abad 18 hingga 19.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan, kondisi alam wilayah Teluk Lamong sangat mendukung untuk mobilisasi para pendatang asing itu.

Sementara gerbang masuk ke pedalaman Jawa adalah melalui muara kali yang kala itu disebut Pa-Tsih-Kan. Pa-Tsih-Kan adalah Kalimas.

“Sehingga pengembangan Teluk Lamong sebagai pelabuhan laut internasional untuk masa depan adalah beralasan karena ini mempertegas fakta bahwa Teluk Lamong di masa lalu sebagai sebuah Teluk yang menjadi jujugan kapal-kapal besar di eranya,” katanya.

Teluk Lamong menjadi muara dari sungai-sungai penting di wilayah Surabaya.

Selain pernah ada Kali Surabaya (Kalimas), juga masih ada Kalianak dan Kali Lamong itu sendiri.

Kini muara Kali Surabaya sudah hilang dan tergantikan oleh bozem.

Sedangkan muara Kalimas dipindahkan ke Ujung Surabaya dengan adanya sudetan atau kanal Kalimas.

“Dengan fakta dan data yang ada terkait dengan dunia kemaritiman, maka keberadaan Teluk Lamong di perairan Surabaya diduga kuat adalah pangkalan armada kuno yang menjadi jujugan kapal kapal besar di era klasik, yang ternyata hingga sekarang menjadi kawasan pengembangan pelabuhan di Surabaya,” pungkasnya. (bersambung/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#saluran air #teluk lamong #Mongol #tentara tartar #cheng ho #sejarah Surabaya #kapal