RADAR SURABAYA - Di masa kolonial Belanda di Kota Surabaya dan di Indonesia bahasa petjok pernah digunakan.
Bahasa petjok adalah bahasa kreol yang berasal dari kalangan orang Indo (keturunan Belanda).
Bahasa petjok sendiri merupakan bahasa serapan atau bahasa prokem lokal yang mengadopsi dari bahasa Belanda.
Menurut pemerhati sejarah Surabaya Nur Setiawan, para pengguna bahasa petjok biasanya orang-orang tua yang dahulu pada masa kecilnya mengenyam pendidikan pada masa kolonial Belanda atau mereka yang masih keturunan Indonesia Belanda.
“Bahasa petjok dipergunakan pada masa kolonial Belanda atau sampai tahun 1970-an. Dan itupun hanya digunakan oleh orang-orang tertentu yang masih menggunakannya,” kata Wawan, sapaan akrabnya Nur Setiawan.
Namun, di masa kini atau sekarang sudah tidak ada yang menggunakan bahasa tersebut.
Karena selain para penuturnya telah berusia uzur atau lanjut usia dan bahasa petjok dianggap sebagai bahasa penjajah.
Beberapa kata dari bahasa petjok yang masih diserap dan pakai hingga kini antara lain seperti besuk, sepur dan lain sebagainya.
Kata besuk berawal dari bahasa Belanda yakni bezoek artinya mengunjungi.
Sedangkan sepur berawal dari kata spoor artinya rel atau jalannya kereta api.
“Keanekaragaman akulturasi budaya ini dapat dijumpai di kota-kota besar era kolonial salah satunya di Surabaya. Namun untuk mencari orang yang masih aktif menggunakan bahasa Petjok, saya rasa sudah tidak ada,” tuturnya. (jar/nur)
Editor : Nurista Purnamasari