Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sanggar Theosofi dan Gereja Katolik Bebas St Bonifacius di Taman Bungkul Surabaya

Lambertus Hurek • Kamis, 20 Februari 2025 | 16:55 WIB

 

Sanggar teosofi di kawasan Taman Bungkul Surabaya. (IST)
Sanggar teosofi di kawasan Taman Bungkul Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Di tengah hiruk-pikuk Kota Pahlawan, berdiri sebuah bangunan era kolonial yang tampak tua dari luar, namun di dalamnya tersimpan gudang ilmu pengetahuan Theosofi dan ruang diskusi lintas agama yang masih aktif.

Ruang Theosofi atau Sanggar Penerangan, terletak di Jalan Serayu No. 11, Darmo, Surabaya. Bangunan ini dipenuhi barang antik dan lemari kuno yang menyimpan buku serta naskah lama berkaitan dengan Theosofi.

Gunariya, anggota Sanggar Penerangan, menjelaskan bahwa bangunan ini didirikan pada tahun 1927 dengan semboyan Satyan Nasti Paro Dharma, yang berarti "tidak ada agama yang lebih tinggi daripada kebenaran."

Di dalamnya, terdapat simbol-simbol seperti Ouroboros, yang melambangkan siklus kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali. Dinding-dindingnya dihiasi lukisan serta foto tokoh-tokoh penting dalam sejarah Theosofi. Theosofi sendiri mengajarkan pendekatan ilmiah terhadap spiritualitas, tanpa terikat pada satu keyakinan tertentu.

"Ini adalah cara kita mendekatkan diri kepada-Nya melalui Theosofi atau spiritual science," ujar Gunariya.

Di sebelah Sanggar Penerangan, terdapat Gereja Katolik Bebas St. Bonifacius, yang berdiri sejak 1923. Berbeda dari gereja Katolik Roma, gereja ini lebih terbuka terhadap interpretasi dan praktik spiritual yang beragam.

"Katolik Roma itu dogmatis, tidak bisa digerakkan oleh siapa pun. Berbeda dengan Gereja Katolik Bebas yang erat hubungannya dengan Theosofi," jelas Gunariya.

Sanggar Penerangan dan Gereja Katolik Bebas memiliki hubungan erat dalam ajaran spiritual, ritual, dan pemikiran keagamaan. Sanggar ini masih memiliki anggota aktif yang rutin mengadakan pertemuan setiap minggu kedua untuk berdiskusi. Tempat ini juga terbuka untuk umum sebagai pusat pembelajaran dan pelestarian budaya.

Kini, Sanggar Penerangan dan Gereja Katolik Bebas St. Bonifacius adalah satu-satunya peninggalan Theosofi yang masih eksis di Indonesia dan telah menjadi cagar budaya. (mg)

Editor : Lambertus Hurek
#gereja tua di taman bungkul #gereja katolik bebas surabaya #sanggar penerangan surabaya #theosofi surabaya