Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menelusuri Sejarah Pembangunan Saluran Air di Surabaya, Pembangunan Kanal dan Upaya Pencegahan Banjir

Mus Purmadani • Rabu, 19 Februari 2025 | 23:46 WIB

 

BUATAN: Kanal Wonokromo tampak pada peta lama Surabaya.
BUATAN: Kanal Wonokromo tampak pada peta lama Surabaya.

RADAR SURABAYA - Delta Jagir belum ada sebagai mana ditunjukkan oleh peta-peta lama seperti tahun 1706, 1719, dan seterusnya hingga akhirnya dibuatnya kanal Wonokromo pada 1865.

Tujuan pembangunan kanal tersebut adalah untuk mengatasi meluapnya sungai Kalimas karena debit air yang tinggi dari hulu Kali Surabaya.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan, hulu Kali Surabaya ini bermula di Mirip, pecahan dari Brantas, Mojokerto.

Ketika sudah masuk Surabaya, aliran Kali Surabaya (Kalimas) ini baru bercabang di daerah Genteng.

Percabangan (anak Kali Surabaya atau Kalimas) ini menjadi Kali Pegirian atau Rivier van Ampel kerena melewati sekitar Kampung Ampel hingga ke muara.

Di percabangan inilah terdapat delta kali yang dikenal dengan Delta Peneleh.

Sementara di Jagir, percabangan sungai baru ada ketika dibangun Kanal Wonokromo, yang mengalir lurus ke timur hingga selat Madura.

“Kanal, yang digunakan sebagai sudetan untuk mengurangi debit air yang masuk Kalimas ini, dibangun pada 1865 sezaman dengan proyek sudetan lainnya di Jawa Timur," katanya. 

Misalnya pembangunan Pintu Air Mirip Mojokerto (1848), Pembangunan Dam Jagir dan Lengkong Mojokerto (1870), Pembangunan sudetan Kali Porong (1882), pembangunan Dam Gubeng dan Gunungsari (1880-an). 

"Karena kanal Wonokromo berfungsi untuk pengendalian banjir, maka di hulu kanal ini juga dibangun pintu air, yang bisa dibuka dan ditutup. Jika debit air dari selatan cukup tinggi, maka pintu airnya dibuka agar air langsung bisa terbuang ke selat Madura tanpa harus melalui kota (Kalimas) yang bermuara di Krembangan," jelasnya. 

Sebaliknya, jika debit air dari selatan kecil, ketika Surabaya membutuhkan kecukupan air untuk irigasi dan industri, maka pintu air Jagir di tutup agar air bisa masuk ke Kalimas. Karenanya pintu air Jagir disebut Banjir Sluis.

Pintu air ini mulai dibangun pada 1870 dan ketika Surabaya terbentuk sebagai kotamadya (Gemeente) pada 1906, pembangunan dam Jagir semakin komprehensif. (bersambung/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#saluran air #kali surabaya #Sungai Jagir #kanal Wonokromo #sejarah Surabaya #kalimas