RADAR SURABAYA - Bangunan pergudangan di sepanjang jalan Kalimas Timur (Oosterkade Kalimas) dan Jalan Kalimas Barat (Westerkade Kalimas) bisa dikata menghadap dermaga kanal terpanjang di Jawa.
Dermaga kanal ini panjangnya bisa mencapai tiga kilometer yang diukur dari pusat dermaga di Kampung Baru hingga ke muara sungai.
Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan, di Surabaya terdapat dermaga kanal terpanjang.
Di dermaga-dermaga inilah bongkar muat barang serta naik turunnya orang dari dan ke perahu dilakukan.
“Setiap dermaga langsung terakses oleh pergudangan yang langsung menghadap kanal ini,” katanya Radar Surabaya.
“Dikatakan kanal karena bentuknya sangat lurus, membujur ke arah utara langsung menuju laut. Kanal Kalimas adalah saluran lebar yang ketika dibangun pada awal abad 19 menjadi solusi atas persoalan kota,” imbuhnya.
Nanang mengatakan, Kota Surabaya mulai kelihatan terbangun dan terstruktur dengan baik dan terarah setelah 11 November 1743 pasca penyerahan wilayah Ujung Timur Jawa dari Mataram ke VOC. Surabaya adalah ibu kota Ujung Timur Jawa yang dikepalai oleh Gezaghebber (GH von Faber).
“Dua alasan utama pembangunan sudetan Kalimas, yang selanjutnya disebut kanal, adalah untuk mengatasi persoalan banjir yang selalu menggenangi daerah sekitar istana Simpang sebagai tempat istirahat penguasa Ujung Timur Jawa. Alasan kedua adalah untuk memperlancar perdagangan,” jelasnya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari