RADAR SURABAYA - Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya menyimpan banyak cerita mengenai perjuangan bangsa di era kolonial. Cerita-cerita ini banyak terselip di setiap sudut kota.
Salah satu kawasan yang menjadi saksi bisu perjalanan Surabaya dari masa ke masa adalah Kota Lama Surabaya.
Di masa lampau, kota lama menjadi pusat aktivitas mulai dari perdagangan, pemerintahan, sampai kebudayaan.
Bahkan, ada beberapa peninggalan era kolonial yang menjadi warisan budaya dan bertahan hingga saat ini.
Salah satu warisan budaya yang masih menunjukkan eksistensinya adalah pabrik sirup Siropen.
Berada di salah satu sudut kota lama, tepatnya di Jalan Mliwis No. 5 Surabaya, pabrik ini diyakini merupakan pelopor pabrik sirup atau minuman manis yang memiliki perasa buah di Indonesia.
Berdiri sejak tahun 1923, pabrik yang dahulu bernama Pabrik Limoen J.C. van Drongelen & Hellfach masih tetap mempertahankan arsitektur aslinya yang khas kolonial.
Bangunan pabrik yang dahulu terkenal di kalangan bangsawan ini telah menjadi cagar budaya sesuai dengan SK Walikota Nomor : 188.45/75/436.1.2/2015.
Sejarah dan Perkembangan Pabrik Siropene
Sejarah pabrik Siropen menyimpan banyak cerita menarik yang bisa diulik.
Dahulu, pabrik rumahan ini dimiliki oleh J.C. Van Drongelen yang merupakan pengusaha asal Belanda. Akan tetapi, bangunan ini sempat beberapa kali berpindah tangan.
Ketika Jepang mulai menduduki Indonesia pada tahun 1942, pabrik sirup Siropen ikut diambil alih oleh Jepang.
Kemudian setelah masa pendudukan Jepang usai, pabrik kembali dikuasai oleh Belanda sampai program nasionalisasi di tahun 1958.
Program nasionalisasi merupakan gerakan pengambilalihan seluruh perusahaan Belanda oleh pemerintah Indonesia.
Setelah program nasionalisasi usai, pada tahun 1962, pabrik sirup Siropen diserahkan ke Perusahan Industri Daerah Makanan dan Minuman milik Pemprov Jatim. Kemudian, perusahaan tersebut dilebur menjadi P.D. Aneka Pangan pada tahun 1985.
Pada tahun 2002, pabrik siropen dinaungi oleh PT Moya Kasri Wira Jatim yang merupakan anak usaha dari PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur.
Hingga saat ini, pabrik sirup ini masih aktif berproduksi dan memasarkan produknya di beberapa tempat perbelanjaan seperti Lotte Mart, Superindo, Hokky, Remaja dan Palapa.
Tidak hanya di toko offline, sirup Siropen juga tersedia di marketplace seperti Shopee, Tokopedia dan GoFood.
Keunikan Sirup Siropen
Selain merupakan pabrik sirup tertua di Indonesia yang masih bertahan, Siropen juga memiliki keunggulan yang membedakannya dengan pabrik sirup lainnya.
Pembuatan sirup ini masih mempertahankan cita rasa autentik dengan menggunakan gula pasir asli tanpa pengawet. Hal ini diungkapkan oleh Farah yang merupakan salah satu pegawai yang bekerja di sana.
“Kalau menurut saya itu dari bahannya, kita kan pakai gula pasir asli tanpa pengawet. Jadi kita tetap mengikuti resep zaman dulu yang pakai gula pasir,” ujarnya ketika ditemui di galeri sirup Siropen.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa proses produksi masih dilakukan secara tradisional tanpa menggunakan mesin canggih seperti kebanyakan pabrik sirup masa kini.
Hal ini menunjukkan bahwa Siropen masih tetap mempertahankan cerita dan sejarah yang telah menyertainya dari masa ke masa.
Produk Sirup Siropen
Lebih lanjut, Farah menjelaskan bahwa sirup Siropen memiliki tiga macam produk, yaitu Siropen Premium, Siropen Telasih dan sirup gourmet.
Varian pertama yang paling memiliki banyak rasa adalah Siropen Premium.
Dibalut dengan botol plastik yang berkualitas, Siropen Premium memiliki 18 varian rasa yang dibanderol dengan harga Rp 35.000 untuk ukuran 700 ml.
Berbeda dengan Siropen Premium, Siropen Telasih dibalut dengan botol kaca dan memiliki 7 varian rasa, yaitu framboze, leci, melon, mawar, stroberi, cocopandan dan vanila.
Adapun harga yang dikenakan untuk satu botol berukuran 630 ml adalah sekitar Rp 28.000.
Selain produk sirup yang bisa diminum secara langsung, Siropen juga menjual jenis sirup gourmet yang biasanya digunakan untuk campuran kopi, teh, dan minuman lainnya. Sirup ini dibanderol dengan harga Rp 80.000 untuk ukuran 700 ml.
Bagi pengunjung yang masih ingin mencicipi cita rasa Siropen sebelum membeli dalam jumlah besar, jangan khawatir karena di sini juga terdapat sirup yang dijual dalam kemasan gelas dengan rentang harga Rp 7.000 - Rp 10.000.
Siropen Sebagai Ikon Wisata
Karena keunikannya ini, pabrik sirup Siropen saat ini semakin terkenal sebagai ikon wisata Surabaya.
Menurut keterangan Farah, banyak wisatawan yang datang untuk melihat sejarah dan mencicipi olahan sirup khas Surabaya ini.
Biasanya, pabrik Siropen ini akan ramai menjelang akhir pekan, seperti di hari Jumat, Sabtu dan Minggu.
“Sebenarnya tergantung situasi, cuma memang menjelang weekend seperti hari Jumat, terus Sabtu, itu lebih ramai pengunjungnya,” ucap Farah.
Wisatawan yang datang juga beragam, tidak hanya berasal dari Kota Surabaya.
Rista, salah satu wisatawan, bahkan rela datang dari Jombang untuk menikmati kesegaran Siropen di tengah panasnya Surabaya. Ia mengetahui keberadaan sirup Siropen dari media sosial.
“Taunya dari Instagram, Instagram influencer Surabaya. Terus viral dan akhirnya menyempatkan ke sini sekalian ke rumah kakak,” katanya.
Lebih lanjut, Rista mengungkapkan rasa sirup siropen enak dan segar.
“Enak sih, seger…apalagi panas-panas habis jalan-jalan,” ungkapnya.
Senada dengan Rista, Ibnu yang berasal dari Sidoarjo juga menyebut bahwa rasa Siropen segar dan cocok diminum di tengah teriknya Surabaya.
“Rasanya seger, apalagi Surabaya cuacanya pas lagi panas, terus engga nyangkut di tenggorokan juga rasanya,” komentar Ibnu.
Untuk dapat menikmati cita rasa yang tak lekang oleh waktu, Siropen menyediakan waktu operasional yang cukup fleksibel. Pabrik dan galeri Siropen buka setiap hari Senin hingga Jumat dari pukul 08.00 - 16.30 WIB.
Jika pengunjung masih ingin mencoba sensasi menikmati minuman segar di akhir pekan, jangan khawatir karena outlet Siropen yang menjual sirup dalam kemasan gelas dan bisa langsung diminum masih tetap buka hingga malam hari. (han/jay)
Editor : Jay Wijayanto