RADAR SURABAYA - Tiap hujan tiba, hampir di seluruh wilayah Surabaya terendam banjir.
Namun, tidak hanya sekarang banjir kerap melanda Surabaya. Sejak tahun 1947 banjir sudah terjadi.
Data yang disimpan Indieinoorlog.nl menyebut, banjir di Surabaya terjadi pada tahun 1947.
Dalam dokumentasi lama itu menerangkan sejumlah pemukiman warga yang terendam air.
Menurut Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan, pada masa agresi, pemerintah kolonial yang kala itu kembali menduduki Indonesia juga dibuat bingung atas terjadi banjir di Surabaya.
Banjir tersebut berada diberbagai wilayah, seperti Kaliasin dan Tegalsari.
Namun banjir ini cepat teratasi karena banyaknya lahan hijau serta resapan air.
“Lain dulu lain sekarang, dahulu banjir terjadi karena faktor alam. Air laut yang sedang pasang disertai hujan berintensitas tinggi menjadi penyebab timbulnya banjir," ujarnya.
"Sehingga kantong air yang berada di muara sungai meluap. Air yang seharusnya mengalir ke lautan kembali meluber di daratan, kemudian merendam pemukiman yang berada di sekitarnya,” imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Wawan ini menjelaskan, Belanda dulu sempat membuat gorong-gorong yang di tempatkan di jalan protokol. Seperti di Embong Malang.
“Tujuannya agar pembuangan air bisa mengalir hingga menuju ke laut. Karena ada sambungan aliran air hingga ke laut yang ada di Kenjeran. Bahkan kali Jagir itu juga buatan Belanda yang biasa menampung air dari sungai Brantas,” jelasnya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari