Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sejarah Hotel Flores Surabaya Milik Letnan Moch Achijat, Kedermawanan Pemilik Hotel, Berikan Televisi untuk Warga Kampung

Rahmat Sudrajat • Jumat, 27 Desember 2024 | 03:35 WIB

DERMAWAN: Pemilik Hotel Flores Moch Achijat sering mengadakan kegiatan sosial dan memberikan bantuan kepada warga sekitar hotel.
DERMAWAN: Pemilik Hotel Flores Moch Achijat sering mengadakan kegiatan sosial dan memberikan bantuan kepada warga sekitar hotel.
RADAR SURABAYA - Hotel Flores Surabaya, menjadi kenangan bagi banyak orang. Terutama bagi warga di sekitar Jalan Bagong, Juwingan, dan Pucang.

Hotel Flores menyimpan kenangan manis tentang sosok Letnan Moch Achijat, pemilik hotel yang dikenal dermawan.

Achijat meninggalkan jejak kebaikan yang masih dikenang hingga kini. Bahkan, pemilik Hotel Flores Moch Achijat juga terkenal suka membantu warga sekitar.

Achijat juga memberikan televisi sebagai hiburan warga sekitar seperti warga Jalan Bagong, Juwingan dan Pucang yang masih satu kompleks dengan kawasan Flores.

Tahun 1970, Achijat sengaja membeli televisi beserta dengan antena untuk warga yang ada di kampung-kampung agar bisa menyaksikan televisi.

"Tahun 70-an almarhum kakek saya membeli televisi dan antena untuk warga yang ada di kampung-kampung di sekitar Hotel Flores supaya bisa menyaksikan televisi sebagai hiburan dan informasi," jelas cucu Moch Achijat, Alki Kiraamim kepada Radar Surabaya.

Tentu manfaat ini dikenang oleh Slamet warga Bagong, ketika itu dia bercerita ada dermawan yang dimaksud adalah Letnan Moch Achijat pemilik Hotel Flores memberikan televisi sebagai sarana hiburan.

"Dulu ada orang kaya yang ngasih TV. Jadi kalau nonton TV itu di kampung dilihat bersama-sama," ujar Slamet.

Slamet juga menyayangkan tutupnya Hotel Flores padahal kawasan tersebut menjadi ramai karena adanya hotel.

"Ya eman, karena warga juga mendapatkan manfaatnya. Dulu saya masih ingat becak biasanya parkir di sekitar. Biasanya tamu hotel naik becak," kenangnya.

Selain itu dia juga mengungkapkan beberapa kali bangunan tersebut pasca menjadi hotel digunakan untuk usaha lainnya. Sayangnya tidak seramai saat digunakan menjadi hotel.

"Nggak tahu kalau kata orang sini dulu selama jadi hotel ramai. Setelah itu sepi dan selalu ada saja kejadian yang dialami oleh penghuni baru setelah jadi hotel itu," pungkasnya. (bersambung/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Moch Achijat #Hotel Flores Surabaya #dermawan #Juwingan Surabaya #sejarah Surabaya