Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sejarah Hotel Flores Surabaya Milik Letnan Moch Achijat, Rahasia Dibalik Kesuksesan, Lebih dari Sekadar Bisnis Hotel

Rahmat Sudrajat • Senin, 2 Desember 2024 | 00:27 WIB
HASIL KERJA KERAS: Hotel Flores Surabaya milik Letnan Moch Achijat yang berdiri sejak 1959 hingga berkembang pesat karena ketelatenan dari Achijat dalam bisnis hotel.
HASIL KERJA KERAS: Hotel Flores Surabaya milik Letnan Moch Achijat yang berdiri sejak 1959 hingga berkembang pesat karena ketelatenan dari Achijat dalam bisnis hotel.

RADAR SURABAYA - Setelah mengundurkan dari ketentaraan Achijat Alap-Alap bergerak dalam bidang bisnis perhotelan dengan nama Hotel Flores Surabaya.

Bisnis hotel ini telah dirintis sejak tahun 1959 yang diawali dengan rumah Achijat yang dibuat penginapan atau sekelas losmen. 

Awalnya hanya berjumlah hanya empat kamar namun berkembang dengan pesat menjadi puluhan kamar.

Achijat sendiri yang merancang desain  hotel serta membuat pengelolaan dan manajemen hotel.

Hampir setiap hari dia mengkonsep dan memikirkan agar hotel miliknya itu mampu berkembang dan bersaing.

Menurut anak ketujuh Achijat, Nurmansyah, bapaknya tersebut sering kali jalan-jalan, bahkan sepulang dari jalan-jalan misalnya ke luar negeri, Achijat selalu mendapatkan temuan atau ide untuk membuat baik hotelnya tersebut.

Tak tanggung-tanggung, Achijat bahkan menduplikasi barang yang mirip dengan yang dia temui selama perjalannya untuk dibuat sendiri di Hotel Flores.

"Bapak saya memang kreatif. Hotel saja dirancang sendiri. Idenya sendiri, kadang setelah pulang jalan-jalan gitu menemukan ide untuk dipakai di Hotel Flores. Bapak saya sendiri yang memikirkan konsepnya hingga jadi sering kali begitu. Jadi visioner dalam hal apapun bapak saya," kata Nurmansyah.

Nurmansyah mengenang ucapan Achijat ketika itu bahwa sebagian besar harta bendanya telah habis waktu perjuangan.

Tapi takdir berkata lain, Achijat kembali meraih kembali kejayaan tersebut dari keringatnya menjadi seorang pebisnis.

Untuk menjadi pebisnis, Nurmansyah mengaku sang bapak belajar otodidak, bahkan saat mengolah hotel sekalipun.

"Jadi bapak saya pernah bilang jika telah habis waktu perjuangan, namun alhamdulillah sudah takdirnya saya menduduki posisi orang berada di Jawa Timur sejak tahun 1960-an," kenang Nurmansyah.

Selain mempunyai bisnis hotel, Nurmansyah menyebut, Achijat memiliki sejumlah bisnis seperti industri galangan kapal, pergudangan dengan nama PT Pantja Kawan, usaha dagang tekstil, dan spare part sepeda motor dengan nama Toko EXTRA (Ex Tentara).

"Bapak saya kadang mengelola bisnis-bisnisnya bersama keluarganya," tuturnya.

Selain itu, Achijat juga aktif dalam berbagai organisasi, dan menjadi ketua pengurus, diantaranya Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Jawa Timur, Ketua Pelopor Gerakan Soekarnois Surabaya, Ketua PERBUMI (Persatuan Bumi Putera Indonesia) yang salah satu pendirinya Moehammad Yasin (Pol).

Kemudian Direktur AIB (Akademi Ilmu Bahari), Ketua Pengajian Da’wah Islam (PADI) Jawa Timur, Direktur PT Pembangunan Surabaya yang secara informal di tunjuk oleh Dolog sebagai penyalur gula.

Terakhir Ketua Umum Putera Surabaya (Pusura) yang merupakan salah satu organisasi tertua di Surabaya yang telah dikenal masyarakat luas. (bersambung/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#visioner #Moch Achijat #Hotel Flores Surabaya #losmen