RADAR SURABAYA - Sebelum ilmu kedokteran masuk ke Indonesia pada abad ke-19, ketika pemerintah Hindia Belanda mendirikan sekolah kedokteran untuk pribumi, para perempuan hamil pasti akan memanggil dukun beranak (bayi) untuk melahirkan.
Bahkan setelah ilmu kedokteran dan dokter ada, dukun beranak ini masih eksis.
Hingga saat ini, profesi ini masih ada di beberapa daerah dan masih dimanfaatkan.
Pemerhati sejarah Surabaya, Nur Setiawan mengatakan, sebelum ilmu kedokteran modern masuk ke Indonesia, masyarakat melakukan persalinan menggunakan jasa dukun bayi atau dukun beranak.
“Jadi dukun beranak (bayi) sudah ada sejak zaman Majapahit, sudah ada dukun bayi,” kata Wawan, sapaan akrab Nur Setiawan.
Menurut Wawan, dukun beranak biasanya adalah seorang wanita paruh baya dan mempunyai pengalaman panjang menangani persalinan.
Tak hanya kelahiran saja, dukun juga bisa menangani pijat bayi, pijat ibu hamil, menyapih atau bahkan mengobati bayi yang menderita sawan.
Hal tersebut ditangani secara tradisional dengan ramuan khusus. Sedangkan untuk alat yang digunakan yakni berupa baskom besar, minyak urut, kain jarik dan lain sebagainya.
Sementara itu, untuk jasa dukun bayi ini kerap dibutuhkan oleh masyarakat, namun seiring berkembangnya zaman, mereka tersisihkan.
“Dulu awal tahun 1990-an masih ada dukun bayi di Banyu Urip. Namun setelah dukun bayi meninggal tidak ada lagi penerusnya. Tetapi di daerah Bulak Banteng masih ada dukun bayi,” ujarnya.
Selanjutnya, untuk keahlian dukun bayi ini dimiliki secara turun temurun, dipelajari secara tradisional dari para orang tua atau pendahulu mereka.
“Biasanya tak ada tarif khusus karena para dukun bayi tersebut melakukan sebagai bentuk sosial, seandainya menerima uang jasa, terkadang yang mereka terima alakadarnya sesuai kemampuan finansial sang ibu yang melahirkan” tuturnya.
Penyebutan istilah dukun beranak ini juga berbeda-beda di beberapa daerah di Indonesia.
Seperti di masyakat Sunda dukun beranak disebut paraji. Sedangkan di Kerajaan Bima disebut Sando. (jar/nur)
Editor : Nurista Purnamasari