RADAR SURABAYA - Letnan Moch Achijat pemilik Hotel Flores, Surabaya memiliki hubungan persahabatan sejak kecil dengan Sutomo atau akrab disapa Bung Tomo yang terkenal dengan pidato heroik yang membakar semangat arek-arek Suroboyo melawan tentara Inggris.
Persahabatan Achijat dengan Bung Tomo terjalin sejak kecil yang ketika itu keduanya berjualan koran keliling dari kampung ke kampung hingga di Jembatan Merah.
Selain itu, Achijat dan Bung Tomo aktif bersama dalam Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).
Menurut anak ketujuh Moch Achijat, Nurmansyah, Bung Tomo merupakan sahabat kecil sekaligus teman seperjuangan Achijat.
Bahkan seperti keluarga sendiri. Bung Tomo biasa memanggil akrab Achijat dengan panggilan Cak Yat.
"Persahabatan Bung Tomo dengan bapak saya memang sejak masih belia hingga terjalin sampai ayah saya meninggal dunia. Bahkan Bung Tomo juga akrab dengan keluarga kami juga. Kami pun juga akrab dengan anak-anak Bung Tomo sampai sekarang," kata Nurmansyah.
Lebih lanjut, Nurmansyah menceritakan ketika ayahnya meninggal dunia, Bung Tomo melayat sehari setelah dikebumikan, tepatnya 1 Maret 1976.
Saat itu Nurmansyah bertemu dengan Bung Tomo, namun ketika itu Bung Tomo menanyakan keberadaan istri Achijat yakni Siti Noerma karena ada yang harus dibicarakan.
Namun Nurmansyah tidak mengetahui pasti apa yang dibicarakan saat itu.
"Saya memahaminya sejak bapak saya keluar dari penjara karena tahanan subversif (politik) tahun 1975, situasi masih mengkhawatirkan. Bukan hanya Bung Tomo saja, tapi juga teman-teman bapak saya lainnya. Seperti Ali Said yang saat itu sebagai Jaksa Agung," tuturnya.
Ketika 40 hari meninggalnya Achijat, Bung Tomo juga datang lagi. Ketika itu digelar tahlilan di Hotel Flores.
Nurmansyah mengaku saat itu Bung Tomo memberikan sambutan singkat.
Sementara itu, Nurmansyah juga menceritakan mobil Bung Tomo yang saat ini ditempatkan di Museum 10 November itu pernah digunakan bapak dan ibunya serta Bung Tomo dengan istrinya ke Puncak Bogor. Mobil yang diberi nama Sarinah ini mogok saat perjalanan.
"Dari cerita ibu saya, ketika itu mobil Sarinah sempat beberapa kali mogok ketika digunakan menuju ke Puncak Bogor. Anehnya mobil itu diancam Bung Tomo dan dimarahi terus tiba-tiba mesinnya hidup dan tidak mogok lagi," kenang Nurmansyah.
Mobil Sarinah ini juga kerap digunakan Bung Tomo ketika mengunjungi tempat Achijat di Hotel Flores.
Ketika mobil itu melewati pintu gerbang, Bung Tomo selalu membunyikan klakson mobilnya dengan suara yang berirama seperti saat ini klakson bus.
"Bung Tomo kalau main ke rumah seperti rumah sendiri. Yang dijujuk (dituju) pertama kali bukan ruang tamu tapi langsung menuju dapur," pungkasnya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari