Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SEJARAH Hotel Flores Surabaya Milik Letnan Moch Achijat, Berganti Kepemilikan, Namun Tak Bisa Seramai Dahulu

Rahmat Sudrajat • Senin, 21 Oktober 2024 | 18:01 WIB
HABIS MASA JAYA: Seusai meningglnya Moch Achijat, Hotel Flores akhirnya dijual dan dbangun ulang menjadi hotel baru, namun tak sesukses Hotel Flores.
HABIS MASA JAYA: Seusai meningglnya Moch Achijat, Hotel Flores akhirnya dijual dan dbangun ulang menjadi hotel baru, namun tak sesukses Hotel Flores.

RADAR SURABAYA - Pasca bangunan Hotel Flores dijual tahun 1997 atau sebelum krisis moneter, bangunan tersebut rencana akan dibangun kembali untuk hotel bertingkat oleh pemilik barunya.

Bahkan bangunan segitiga yang menjadi ikonik Hotel Flores pun awalnya tidak akan diubah.

Agar para tamu bisa mengenang kembali masa kejayaan hotel milik Letnan Moch Achijat tersebut.

"Ya memang saat berganti kepemilikan ke pak Anwari, rencana mau dibikin sama ada bangunan segitiga di depannya. Karena bangunan segitiga itu menjadi ikoniknya Hotel Flores dulu," ujar cucu Moch Achijat, Alki Kiraamim kepada Radar Surabaya.

Bahkan nama yang akan digunakan ketika itu adalah Flower. Menurut Alki, nama Flower yang hampir mirip dengan Flores sebetulnya sebagai pengingat kepada tamu yang datang untuk tidak canggung bahkan bisa mengenang Hotel Flores dulu. Namun pada akhirnya hotel tersebut diberi nama Tanjung Emas.

"Tapi akhirnya Hotel Tanjung Emas tidak sesuai dengan harapan pemiliknya juga. Jatuhnya menjadi losmen," ujarnya.

Lebih lanjut Alki menjelaskan, pada awal perencanaan Hotel Tanjung Emas tersebut sistem pembangunannya akan dimulai dari belakang ke depan.

Namun karena krisis moneter akhirnya tidak bisa maksimal sesuai dengan yang diharapkan oleh pemilik barunya.

"Yang rampung yang belakang saja. Bahkan kabarnya bangunan depan segitiga juga dibongkar. Padahal itu salah satu ikon," terangnya.

Hotel Flores memang menyimpan banyak kenangan bagi anak dan keluarga Achijat.

Selain itu juga bagi tamu yang menginap di sana selama masih beroperasinya Hotel Flores. Sayangnya hotel rintisan Achijat Alap-Alap ini pun dijual.

Menurut Alki, dijualnya Hotel Flores karena banyak yang mengusik dari internal keluarga besarnya.

Agar tidak menimbulkan suatu permasalahan dikemudian hari akhirnya hotel tersebut dijual.

"Hotel Flores nggak pernah seret. Bahkan ketika hotel ditutup malah kita seperti menutup rezeki bagi orang-orang sekitar. Karena banyak yang terbantu dengan kehadiran hotel tersebut. Namun nenek saya berkeinginan agar tenang dan tidak menimbulkan permasalahan akhirnya dijuallah Hotel Flores," ungkap Alki.

Setelah Hotel Flores dijual banyak kesedihan yang mendalam. Hal ini diungkapkan Alki dan dirasakan oleh para tetangga sekitar Hotel Flores yang melihat betapa kondang dan ramainya Hotel Flores dari para tamu yang menginap. (bersambung/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Moch Achijat #Hotel Flores Surabaya #Hotel Tanjung Surabaya #sejarah Surabaya