Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SEJARAH Hotel Flores Surabaya Milik Letnan Moch Achijat, Lagu Gebyar Gebyar Ciptaan Gombloh Konon Terinspirasi dari Moch Achijat

Rahmat Sudrajat • Kamis, 10 Oktober 2024 | 02:30 WIB
KENANGAN: Foto almarhum Letnan Moch Achijat terpajang di Kantor Manager Hotel Flores.
KENANGAN: Foto almarhum Letnan Moch Achijat terpajang di Kantor Manager Hotel Flores.

RADAR SURABAYA - Keinginan Gombloh untuk menjadi penyanyi tenar memang luar biasa.

Perjuangan pantang menyerah meski rekan seangkatannya seperti Leo Kristi maupun Franky Sahilatua yang sempat tergabung dalam sebuah band bernama Lemon Tree's sudah tenar terlebih dahulu di ibukota.

Namun dibalik itu semua ada sosok anak Moch Achijat yang kedua bernama Mochtar yang membiayai perjuangan Gombloh dalam bermusik. Gombloh terus berlatih musik dan menciptakan lagu.

Bahkan partitur lagu Gombloh banyak dipegang oleh Mochtar yang saat itu didaulat menjadi manager seumur hidup Gombloh, sebelum akhirnya Gombloh ikut mayor label pada industri rekaman.

Namun dibalik itu semua ada kisah yang belum terungkap dibalik salah satu lagu Gombloh yang sangat terkenal sampai saat ini dan sering dinyanyikan.

Menurut anak ketujuh Moch Achijat, Nurmansyah Achijat, idealisme dan gengsi Gombloh dalam menciptakan lagu dan bermusik memang sangat tinggi.

Meski banyak orang yang masih meragukan eksistensi Gombloh saat itu, karena belum tenar sebagai artis.

Namun siapa sangka foto Moch Achijat membuatnya terinspirasi membuat lagu yang konon lagu tersebut diberi judul Gebyar Gebyar.

Lagu Gebyar Gebyar sampai saat ini dinyanyikan apalagi saat Agustusan.

"Jadi pernah suatu ketika Gombloh main ke Flores. Ketika itu Gombloh bilang ke ibu saya (Siti Noerma), ‘Saya punya lagu. Nanti suatu ketika akan dinyanyikan semua orang dengan berdiri’. Kemudian ibu saya bilang. ‘Kayak lagu Indonesia Raya ae Mbloh’, kemudian Gombloh bilang ‘iya lagu ini lagu kebangsaan’,"ujar Nurmansyah sambil mengenangnya.

Ketika itu Gombloh sempat melihat foto dari Moch Achijat yang dipajang di kantor Manager Hotel Flores.

Di depan foto Moch Achijat yang sedang membawa senjata lengkap dengan topi pejuangnya, Nurmansyah mengaku Gombloh sempat berkata.

"Hebat bapakmu ngene loh dadi wong koyok bapakmu (seperti ini lho jadi seperti bapakmu, Red)," ujar Nurmansyah menirukan perkataan Gombloh sembari menirukan gaya saat melihat foto Moch Achijat di pigora.

Memang tak menyangka ternyata ucapan Gombloh menjadi kenyataan. Dikira ucapan Gombloh hanya bercandaan saja.

Karena Gombloh memang suka mempunyai cita-cita yang berlebih namun saat itu banyak orang melihat Gombloh hanya sebuah omongan belaka.

Mengingat Gombloh belum jadi seorang artis dan setiap harinya hanya runtang-runtung latihan. Dan bisa dikatakan hidupnya tak jelas saat itu.

"Memang Gombloh itu omongannya melip (tinggi) cita-citanya juga tinggi. Tapi memang semua kehendak Allah. Ternyata tak disangka, lagunya yang dimaksud Gombloh ketika itu di depan ibu saya dan di depan foto bapak saya menjadi kenyataan,” ungkap Nurmansyah.

“Mungkin lagu yang dimaksud Gombloh itu lagu berjudul Gebyar Gebyar. Kan dia bilang lagu kebangsaan dan dinyanyikan banyak orang sambil berdiri," imbuhnya.

Nurmansyah menambahkan, setiap ke Hotel Flores, Gombloh sering melihat foto Achijat yang saat itu sudah meninggal dunia. Gombloh menatap dengan fokus foto tersebut.

"Mungkin terinspirasi dari situ, ketika melihat foto bapak saya. Gombloh akhirnya menciptakan lagu yang dimaksud itu adalah Gebyar Gebyar," terang Nurmansyah.

Dengan tenarnya Gombloh dengan lagunya yang sampai sekarang menjadi legenda, Nurmansyah menegaskan bahwa jangan memandang orang sebelah mata.

Memang ketika itu Gombloh kerap dipandang sebelah mata, bahkan omongan Gombloh yang keluar menjadi bahan tertawaan.

"Ini hikmahnya. Jadi jangan memandang orang sebelah mata. Emang modelnya (Gombloh, Red) tidak meyakinkan. Tapi ternyata dengan kegigihan, keyakinan pantang menyerah serta idealisme Gombloh berhasil membuka jalan kesuksesan. Ya memang itu semua karena Allah," pungkasnya. (bersambung/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Moch Achijat #Hotel Flores Surabaya #gebyar gebyar #Gombloh #sejarah Surabaya