RADAR SURABAYA - Moch Achijat menjadi perancang desain Hotel Flores miliknya.
Selain itu dia juga memiliki kemampuan untuk membuat meja biliar sendiri yang diletakan di Hotel Flores sebagai fasilitas untuk tamu.
Menurut cucu Letnan Moch Achijat, Alki Kiraamim, meja biliar sendiri ketika itu dibeli langsung oleh kakeknya untuk fasilitas hotel.
Setelah membeli meja biliar satu set plus juga peralatannya, Achijat lalu membongkar meja biliar untuk diduplikasi sehingga meja biliard menjadi bertambah.
"Meja biliar bikin sendiri. Awalnya beli satu lalu meminta tukangnya untuk membongkar dan membuat sesuai dengan permintaan kakek saya. Jadi ada beberapa meja biliar lainnya tidak dibeli tapi dibuat sendiri," tutur Alki kepada Radar Surabaya.
Achijat memang pejuang yang kreatif, bahkan dia memiliki tukang khusus di Hotel Flores.
Alki menjelaskan bahwa tukang yang ada juga merupakan karyawan hotel yang khusus untuk melakukan perawatan, perbaikan hingga penambahan untuk bagian hotel yang dirasa kurang oleh Achijat.
"Jadi tak ada kata tidak bisa untuk dilakukan yang terlontar dari kakek saya kepada tukang yang bekerja di hotel. Kakek saya bilang dicoba dulu pasti bisa. Itu yang selalu jadi pedomannya. Sehingga apapun yang dikerjakan selalu dari pemikiran Pak Achijat, termasuk juga meja biliar," terangnya.
Tak hanya itu, Achijat juga mempunyai pemikiran yang tak terduga.
Alap-alap yang merupakan nama pasukannya dulu saat melawan AWS Mallaby dan pasukannya, juga dijadikan semacam patung burung alap-alap besar yang ditaruh di depan pintu masuk hotel.
"Patung alap-alap besar dibuat oleh seorang pematung itu juga hasil dari pemikiran Pak Achijat untuk mencari tetenger atas Hotel Flores. Selain itu ada pahatan dan relief yang ada di dalam hotel serta kolam ikan. Itu juga hasil pemikiran dari Pak Achijat," ujarnya.
Apapun yang dibuat oleh Achijat selalu menyedot perhatian dari para tamu.
Tak jarang dari mereka yang ingin untuk mengabadikan hasil karya Achijat dalam sebuah foto.
"Bahkan ada tamu dari Jepang yang menggunakan batik kemudian berfoto di relief karya kakek saya. Karena menurut tamu itu unik," pungkasnya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari