RADAR SURABAYA - Meski terbilang hotel yang ramai dengan fasilitas yang modern, namun tidak semua tamu sembarangan bisa menginap di Hotel Flores.
Moch Achijat sebagai pemilik hotel menerapkan sistem yang ketat dan selektif dalam menerima tamu hotel.
Alki Kiraamim, cucu Letnan Moch Achijat mengaku, setiap tamu hotel yang datang berpasangan laki-laki dan perempuan untuk menginap di hotel tersebut wajib menunjukkan buku nikah.
Sehingga tidak sembarangan orang menginap hanya untuk berbuat sesuatu hal yang dilarang agama.
"Jadi setiap tamu terutama yang datang berpasangan laki dan perempuan wajib menunjukkan buku nikah jika menginap. Untuk menunjukkan pasangan suami istri yang sah," tutur Alki kepada Radar Surabaya.
Peraturan ini diberlakukan Achijat agar hotelnya tetap menjunjung nilai-nila dan norma agama serta adat istiadat ketimuran yang ada ada di Indonesia.
"Ya untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan atau supaya Hotel Flores tidak digunakan untuk perbuatan-perbuatan negatif," ujarnya.
Meski demikian, tamu Hotel Flores pun tak keberatan dengan aturan yang tegas diterapkan oleh Moch Achijat.
Malahan, hotel tersebut tetap menjadi jujukan tamu-tamu dari mancanegara maupun domestik yang menginap.
"Nggak ada sepinya Hotel Flores. Makin tahun makin ramai tamunya," tegas Alki.
Apalagi hotel ini juga kerap digunakan nongkrong untuk anak muda Surabaya. Namun mereka hanya sekadar nongkrong dan tidak lebih.
"Mereka hanya sekedar nongkrong saja tanpa ada hal-hal negatif, toh setelah nongkrong mereka kegiatannya di luar Flores," imbuhnya.
Hotel Flores juga mempunyai mobil penjemputan untuk tamu hotel kelas VIP.
Mobil penjemputan ini sebagai servis terhadap tamu yang menginap di hotel.
"Mobil pribadi milik kakek saya yang digunakan untuk kendaraan antar jemput tamu misalnya mau menuju hotel dari stasiun atau dari bandara. Jadi kita sediakan untuk tamu VIP," jelas Alki. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari