Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SEJARAH Hotel Flores Surabaya Milik Letnan Moch Achijat, Saingan dengan Hotel Brantas dan Tanjung

Rahmat Sudrajat • Senin, 19 Agustus 2024 | 06:33 WIB

 

PEMILIK: Moch Achijat dan istrinya disamping mobil di halaman Hotel Flores yang juga terdapat tempat tinggal Achijat dan keluarga.
PEMILIK: Moch Achijat dan istrinya disamping mobil di halaman Hotel Flores yang juga terdapat tempat tinggal Achijat dan keluarga.

Hotel Flores memang kondang di zamannya. Bahkan menjadi hotel bintang satu yang mempunyai standar internasional.

Rahmat Sudrajat/Wartawan Radar Surabaya

Dari pejabat hingga tamu mancanegara maupun artis juga pernah merasakan menginap di hotel tersebut.

Hotel Flores merupakan hotel milik bumiputera pertama yang berkembang pesat di eranya.

Si pemilik, Moch Achijat merupakan Pasukan Alap-alap yang turut berjuang pada peristiwa 10 November 1945.

Achijat melakukan pengelolaan hotel secara otodidak.

Menurut cucu Moch Achijat, Alki Kiraamim, persaingan hotel di zamannya membuat Hotel Flores tidak tersaingi.

Karena hotel tersebut sudah mengena di hati para tamu.

Dia menyebut saingan hotel di era dulu yang juga milik bumiputera adalah hotel Brantas dan Tanjung.

"Kalau saingan dulu yang milik perorangan asal bumiputera ya Hotel Brantas dan Tanjung di tahun 1965 ke atas," kata Alki kepada Radar Surabaya.

Alki mengakui bahwa kakeknya yang merancang desain bangunan hotel itu, tanpa meninggalkan kesan bangunan tempo dulu dan nuansa Indonesia yang begitu kental di hotel ini.

"Ada relief juga serta patung. Desainnya dirancang sendiri oleh kakek saya. Jadi kakek saya itu konseptor hotel ini. Termasuk cara pengelolaan ya kakek saya lakukan sendiri bersama nenek saya," ujar Alki.

Interior yang membedakan adalah patung relief yang ada di dalam hotel tersebut.

Tak jarang para tamu mengabadikan relief untuk berfoto.

Selain itu ada juga patung alap-alap yang besar di depan Hotel Flores.

"Ada patung alap-alap yang letaknya di depan hotel. Serta relief yang dirancang sendiri oleh kakek saya," imbuhnya.

Di belakang hotel tersebut terdapat rumah pribadi Achijat dan keluarga.

Sehingga hotel dan rumah menjadi satu di Jalan Flores.

Hal ini memudahkan Achijat untuk mengontrol hotel tersebut.

"Jadi rumah kami dulu terletak jadi satu dengan hotel. Hanya disekat dengan pagar saja," terangnya.

Sementara itu, yang tak kalah menariknya para pekerja termasuk pemiliknya juga sangat ramah.

"Kakek dan nenek saya kalau ada tamu selalu ditemui dan diajak ngobrol. Nah, ini yang beda dengan hotel lainnya. Selain itu juga fasilitasnya juga update terus," pungkasnya. (bersambung/nur)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#hotel pertama di Surabaya #artis #Letnan Achijat #Hotel Flores Surabaya #hotel flores #hotel berbintang #Hotel di Surabaya #bumiputera #jalan flores #standar internasional