Fasilitas Hotel Flores, Surabaya tahun 1965 ke atas terbilang mewah. Bahkan salah satu hotel yang milik bumiputera pertama yang mempunyai standar internasional.
Rahmat Sudrajat/Wartawan Radar Surabaya
Fasilitas yang ada seperti restauran, biliard, bar, ruang meeting dan pertemuan hingga lapangan bulu tangkis dan tenis.
Tamu yang menginap di hotel tersebut juga beragam dari mancanegara, pejabat hingga artis.
Menurut cucu Moch Achijat, Alki Kiraamim, banyak tamu yang menginap karena selain fasilitas yang berstandar internasional juga pemilik hotel Moch Achijat sangat friendly kepada para tamu.
Terutama tamu dari mancanegara. "Orang bule (mancanegara, Red) terkesan untuk menginap di Hotel Flores karena seolah-olah bukan nginap di hotel, tapi kakek saya dan nenek saya friendly mengajak ngobrol dan juga sering mengajak foto bersama," kata Alki kepada Radar Surabaya.
Apalagi, lanjut Alki kesan orang mancanegara kepada orang bumiputera yang mempunyai kekayaan sangat luar biasa.
Karena baru merdeka ada orang kaya dari kalangan bumiputera sampai mempunyai hotel.
"Orang luar negeri kan tahu perjalanan Indonesia. 20 tahun baru merdeka kok ada orang kaya. Jadi banyak yang kagum," terangnya.
Kekaguman tersebut terlihat dari sering kembalinya tamu-tamu mancanegara untuk menginap di Hotel Flores.
Alki menyebut, Hotel Flores juga mempunyai tim marketing yang dibentuk untuk melakukan kerja sama dengan instansi-instansi untuk menginap sampai menggelar pertemuan rapat di hotel tersebut.
"Kata nenek saya dulu tahun 1960-an dan 1970-an akhir, Hotel Flores melakukan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintahan. Sehingga hotel menjadi jujukan tamu dari instansi pemerintah," pungkasnya. (bersambung/nur)
Editor : Nofilawati Anisa