Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rijsttafel, Jamuan Makan Mewah ala Bangsa Eropa

Guntur Irianto • Kamis, 25 Juli 2024 | 02:36 WIB
TUNJUKKAN STATUS SOSIAL: Rijstaffel merupakan budaya perjamuan makan ala Eropa.
TUNJUKKAN STATUS SOSIAL: Rijstaffel merupakan budaya perjamuan makan ala Eropa.

SURABAYA - Jamuan makan menjadi salah satu tradisi bangsa Eropa yang dibawa ke Indonesia pada masa Hindia Belanda dulu. 

Banyak jamuan makanan dengan berbagai hidangan di meja dilakukan oleh Bangsa Eropa yang berada di Indonesia tak terkecuali di Surabaya. 

Tidak dipungkiri, jamuan makan atau makan besar ini sekaligus menunjukkan kelas mereka.

Semakin besar jamuan yang dilakukan maka status sosial mereka juga semakin terkandung kala itu.

Jamuan makan diperkenalkan sekitar abad ke-19. Budaya Eropa ini masuk ke Indonesia khususnya di Surabaya seiring banyaknya pekerja yang datang bersama kolonial Belanda kala itu.

Semakin banyak makanan yang dihidangkan di atas meja akan semakin menunjukkan status sosial orang tersebut. Begitu pula dengan jumlah pelayan yang melayani meja ini.

Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, perjamuan atau makan besar saat itu dikenal denagn istilah Indies rijsttafel. Budaya Eropa ini masuk ke Indonesia dengan berbagai adaptasi.

Saat masuk Indonesia makanan yang dihidangkan merupakan perpaduan antara masakan Eropa dan Indonesia.

Kata Rijs sendiri berarti nasi. Perpaduan makanan ini terutama nasi. Ini membuat rijsttafel menjadi daya tarik wisatawan Eropa yang datang saat itu.

"Ada beberapa makanan yang dihidangkan merupakan hidangan nusantara. Antara lain, semur, kue spiku dan makanan lain," katanya. (gun/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#rijsttafel #surabaya #hindia belanda #eropa #jamuan makan