Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SEJARAH SURABAYA: Perubahan Nama Willemsplein jadi Taman Jayengrono dan Taman Sejarah

M. Mahrus • Rabu, 17 Juli 2024 | 20:51 WIB
PUSAT PEMERINTAHAN: Willemsplein dahulu adalah alun-alun kota karena dekat dengan kantor Residen Surabaya di ujung Jalan Rajawali (Heerenstraat) (foto bawah). Willemsplein kini menjadi Taman Sejarah.
PUSAT PEMERINTAHAN: Willemsplein dahulu adalah alun-alun kota karena dekat dengan kantor Residen Surabaya di ujung Jalan Rajawali (Heerenstraat) (foto bawah). Willemsplein kini menjadi Taman Sejarah.

RADAR SURABAYA - Taman Sejarah yang ada di Jalan Rajawali depan Jembatan Merah Plaza dan gedung Internatio dahulu adalah sebuah lapangan. Lapangan tersebut dahulu dikenal dengan nama Willemsplein.

Willemsplein diambil dari nama Raja Belanda yang bernama Pangeran Willems. 

Pemerhati Sejarah Surabaya Kuncarsono Prasetyo mengatakan, Willemsplein dalam bahasa Belanda artinya lapangan Willems.

"Jadi kalau sekarang bentuknya taman, itu berubah konsep dari sejarahnya. Sebab taman bahasa Belandanya tuin, bukan plein," ujarnya kepada Radar Surabaya.

Willemsplein letaknya sangat strategis. Berada di pusat kota Surabaya pada era kolonial Belanda.

Sebab, Willemsplein posisinya di samping kiri kantor Residen Surabaya yang saat itu ada di ujung Jalan Rajawali menutup sisi timur jalan yang saat itu bernama Heerenstraat tersebut. 

Lapangan ini berada di tengah antara pusat kawasan bisnis dan penunjang kompleks kerasidenan tahun 1900-1916 hingga terbentuknya era wali kota Surabaya.

Kuncar menjelaskan, lapangan Willemsplein memang semacam alun-alun kota saat itu.

Lapangan Willemsplein saat itu cukup luas. Yakni dari samping gedung Internatio hingga ke timur jalan di Jembatan Merah dekat sungai Kalimas.

Kuncar menuturkan, pada 28 hingga 30 Oktober 1945, lapangan ini menjadi salah satu hot spot area pertempuran antara pejuang Surabaya melawan tentara Sekutu (allied force) yang saat itu bermarkas di Gedung Internatio.

Akibat pertempuran ini, salah satu komandan sekutu yakni Brigjen AWS Mallaby tewas digranat dan terbakar bersama mobilnya.

Pasca kemerdekaan RI, lapangan Willemsplein masih tetap berfungsi. Kemudian pada era tahun 1950-an hingga 1990-an, sempat menjadi terminal angkutan kota (angkot) dan bus kota.

Baca Juga: Dosen Teknik Perkapalan ITS Diperiksa KPK Saksi Dugaan Korupsi Kapal Angkut Tank di Kemenhan

"Diubah menjadi taman baru sepuluh tahun lalu," terangnya.

Kini, kawasan bekas lapangan Willemsplein sebagian telah berubah menjadi Taman Jayengrono (diambil dari nama Adipati Jayengrono, bupati pertama Surabaya) dan kemudian berubah menjadi Taman Sejarah.

Sebagian lagi diubah menjadi lapangan terbuka yang menjadi tempat berkumpulnya orang atau wisatasan menikmati keindahan Kota Lama Surabaya khususnya kawasan Eropa. (rus/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#taman sejarah #Willemsplein Surabaya #taman jayengrono