JALAN Mliwis di Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, merupakan salah satu ruas jalan yang ramai dikunjungi wisatawan di kawasan Kota Lama Surabaya belakangan ini.
Jalan yang memiliki lebar sekitar dua meter dengan panjang 400 meter itu kini laris jadi spot foto yang instagramable sejak dipermak oleh Pemkot Surabaya sebagai bagian dari revitalisasi kawasan Kota Lama Surabaya.
Pemerhati Sejarah Surabaya Kuncarsono Prasetyo mengatakan, Jalan Mliwis pada era kolonial bernama Dwars Boomstraat.
"Artinya ujung jalan pelabuhan. Karena dulu ketika nama ini dibuat, daerah ini adalah jalan menuju pelabuhan yang sekarang jadi Taman Sejarah JMP," katanya kepada Radar Surabaya.
Ia menjelaskan, keberadaan Jalan Mliwis dahulu sebagai jalan penopang di kawasan Eropa. Dimana, jalan utamanya adalah Jalan Rajawali.
"Di Jalan Mliwis (sisi timur) itu adalah bangunan bekas peninggalan bank kolonial. Sekarang dipakai Prima Bank," sebutnya.
Tak hanya itu. Di Jalan Mliwis juga ada bangunan tua era kolonial berupa pabrik sirup zaman dahulu yang diberi nama Pabrik Limoen J.C Van Drongelen & Hellfach yang sudah berdiri sejak tahun 1923.
Nama tersebut juga masih bisa dilihat hingga sekarang karena tertulis pada fasad depan bangunan yang dirancang oleh J.C Van Drongelen ini.
Pabrik sirup pertama di Indonesia tersebut masih beroperasi hingga sekarang dengan merek Siropen Telasih.
Sementara untuk bagian sisi barat Jalan Mliwis dahulu digunakan sebagai pabrik atau tempat usaha. "Ada pabrik sepeda Merk Hima, ada pabrik cikal bakal PT Barata dan lainnya," tandasnya. (rus/nur/jay)
Editor : Jay Wijayanto