Lima industri yang berdiri di kawasan utara Surabaya menjadi perintis industrialisasi di kota Surabaya. Industrialisasi bahkan akhirnya juga berkembang di kota lain di Hindia Belanda. Tak hanya di Surabaya dan Batavia (Jakarta).
Fajar Yuliyanto-Wartawan Radar Surabaya
Pustakawan Sejarah Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika menjelaskan, pada saat itu kondisi pabrik senjata dan peralatan uap tidak memiliki kemampuan untuk bisa memenuhi permintaan yang diajukan. Baik itu dari pemerintah maupun dari swasta.
Hal ini mendorong Frans Jacob Hubert Bayer yang menjadi inisiator pendirian beberapa pabrik di Surabaya untuk segera melakukan perluasan pada tempat kerjanya yang baru, yakni De Volharding.
Setelah itu pada tahun 1856, pemerintah memperoleh lahan baru di kawasan Undaan, dekat sungai Pegirian.
Di sana pemerintah membuat sebuah kompleks seluas 16.000 elo yang terbuat dari batu. Lahan tersebut digunakan Belanda untuk pabrik peralatan uap pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pabrik gula.
“Pemiliknya tidak perlu bersusah payah untuk membuat kompleks ini sesuai dengan tujuannya. Melalui pendiriannya, kebutuhan yang mendesak bagi industri gula segera terpenuhi. Saat itu tidak lagi tergantung pada pengusaha Eropa, karena kapasitas kompleks itu sudah sebanding dengan kebutuhan,” kata Chrisyandi.
Pada tahun 1858, tahun yang sama ketika dalam keputusan raja diizinkan untuk memasang simbol kerajaan pada jalan masuk pabrik dengan tulisan pabrik kerajaan bagi peralatan uap dan perkakas lain.
Namun pada saat itu mereka harus menghadapi pukulan sebuah angin kencang yang menerpa bangunan kantor yang baru saja selesai. Namun kendala tersebut tidak menjadi masalah besar.
Di tahun-tahun berikutnya pabrik ini segera mengalami perluasan. Pada tahun 1860 setiap hari pabrik itu mempekerjakan sekitar 750 orang pegawai bumiputera. Sementara pada tahun yang sama kompleks itu kembali ditambah dengan berbagai peralatan baru yaitu dengan sebuah palu uap.
Pada tahun 1861 Bayer mendapatkan penghargaan luar biasa karena jasa-jasanya di bidang industri terhadap negara. “Dia dianugrahi sebagai ksatria Orde Nederlandsche Leeuw. Rekan-rekan senegaranya memanfaatkan kesempatan ini untuk menghormatinya,” ujarnya. (jar/nur)
Editor : Jay Wijayanto