SURABAYA - Cukup banyak bangunan kolonial di kawasan kota lama Surabaya yang masih bertahan dan terjaga keasliannya. Salah satunya bekas kantor perusahaan ekspor impor Geo Wehry & Co.
Gedung tua itu sekarang menjadi Hotel Arcadia di Jalan Rajawali Nomor 9-11 Surabaya. Sebelumnya Hotel Ibis Rajawali.
Pemerhati Soerabaia Tempo Doeloe Freddy Istanto menyebut Sebelum berubah menjadi bangunan hotel bangunan ini merupakan milik NV Geo Wehry & Co. Dibangun tahun 1913.
Kontraktor yang mengerjakan gedung Geo Wehry & Co adalah Hollandsche Beton Maatschappij. Perusahaan Geo Wehry & Co yang sejak tahun 1867 telah beroperasi di Hindia Belanda. Kegiatan utamanya bergerak di bidang perkebunan.
Perusahaan ini mempunyai 28 perkebunan di Hindia Belanda, dengan komoditas teh, kina dan karet. Ia melakukan perdagangan dalam negeri maupun luar negeri.
Selain itu, NV Geo Wehry & Co. termasuk dalam lima perusahaan raksasa milik Belanda selain Internatio, Lindeteves, Borsumij dan Jacobson van den Berg & Co.
Kantor pusat Geo Wehry & Co berada di Batavia. Cabang-cabangnya di Semarang, Soerabaja, Cheribon, Tjilatjap, Medan, Padang, Palembang, Djambi, Macassar, Menado, Bandjarmasin, Pontianak, dan Samarinda.
Tahun 1958, semua perusahaan Belanda diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan sebagian dijual ke pihak swasta. Karena itu, gedung lama tersebut pun berubah fungsi menjadi hotel.
Gedung Geo Wehry & Co. berbentuk persegi empat, dan memanjang ke belakang. Bagian depan gedung digunakan untuk kantor, sedangkan bagian belakang dipakai untuk gudang.
Bagian gudang inilah sekarang dibangun menjadi bangunan hotel yang menjulang, sedangkan bagian muka dimodifikasi untuk lobi maupun fasilitas lainnya dari hotel ini.
Menurut Freddy, bagian depan dari hotel ini masih menunjukkan bangunan asli seperti saat dibangun. Hanya gudang saja yang berubah menjadi bangunan bertingkat 9 setinggi 30 meter, dan berupa bangunan baru. (rek)
Editor : Lambertus Hurek