SAAT ini, adzan maghrib bisa didengar dari mana saja karena sudah banyaknya alat pengeras suara yang terpasang di masjid-masjid modern.
Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan beberapa puluh tahun lalu. Pertanda masuk waktu adzan maghrib di Surabaya dulunya ditandai dengan bunyi letusan dari salah satu masjid yang ada di jantung kota.
Masjid itu adalah masjid Roudlotul Musyawarah atau yang dikenal dengan sebutan masjid Kemayoran.
Letusan yang menjadi pertanda masuknya waktu adzan maghrib itu dikenal dengan istilah Blanggur.
"Jadi kayak petasan itu dibakar di bawah kayak ada corongnya gitu. Terus naik dan meletus di atas sangat kencang sekali," kata salah satu takmir Masjid Kemayoran, Abdul Bari.
Saking kencangnya bunyi letusan tersebut, konon suaranya terdengar hingga di wilayah Gresik dan perbatasan Lamongan.
Sayangnya, tradisi itu kini sudah tidak ada lagi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tradisi ini tidak dilanjutkan. salah satunya karena pembatasan petasan yang dilarang.
Selain itu, perkembangan zaman juga semakin maju. Saat ini adzan yang menjadi pertanda masuknya waktu maghrib, sudah bisa didengar kumandangnya melalui pengeras suara yang sudah terpasang di masing-masing masjid. (dim/nur)
Editor : Jay Wijayanto