RADAR SURABAYA - Menjadi salah satu saksi bisu perjuangan warga Indonesia mencapai kemerdekaan, Kota Surabaya menyimpan ribuan misteri di dalamnya.
Salah satunya adalah Penjara Kalisosok yang menjadi tempat ditahannya arek-arek Suroboyo dalam upayanya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Sejumlah tokoh penting seperti Presiden Soekarno dan pencipta lagu Indonesia Raya WR. Soepratman pernah merasakan suasana mencekam penjara yang terletak di Jalan Kasuari itu.
Pada zamannya, penjara yang dibangun oleh pemerintah kolonial VOC di tahun 1808 ini merupakan penjara besar yang dapat menampung sekitar 90 tahanan di dalam satu sel.
Hal ini secara tidak langsung menyiksa mental mereka karena harus tinggal secara berdesak-desakan.
Penjara ini juga terkenal akan keketatannya terhadap peraturan. Sejumlah tahanan akan disiksa dan dibunuh dengan sadis di ruang penyiksaan sebelum akhirnya jenazahnya dimakamkan dengan kurang layak.
Kini, bangunan berusia 200 tahun itu kondisinya terbengkelai. Meskipun Pemkot Surabaya sudah menetapkannya sebagai bangunan cagar budaya.
Namun sejarah dan misteri yang tersimpan di tempat itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Bangunannya yang bersejarah mampu membuat wisatawan merenungi beratnya perjuangan pemuda Surabaya dalam merebut kemerdekaan.
Gelapnya lorong dan sel tahanan menarik minat wisatawan akan cerita-cerita mistis di dalamnya.
Salah satu kejadian mistis yang kerap dialami oleh warga yang tinggal di sekitar Penjara Kalisosok adalah suara jeritan meminta tolong serta suara tangis yang berasal dari bangunan tua tersebut.
Awalnya, salah satu penduduk yang mendengar suara tersebut mencoba mengecek barangkali memang ada seseorang yang meminta bantuan. Namun, ketika dilihat ternyata tidak ada siapa-siapa.
Penduduk di sekitar Jalan Kasuari pun mengabaikan suara-suara tersebut dan menganggap hal itu sebagai hal lumrah yang terjadi.
Namun, sebagian orang yang mendengar dan mengalami kejadian serupa akan merasakan aura horor penjara itu.
Hal ini dialami oleh Supri, seorang tukang becak yang memangkalkan becaknya di sekitar penjara.
Supri mengaku pernah melihat seorang perempuan Belanda masuk ke bangunan tersebut dengan berbusana perawat.
“Lihat model-model perawat dari luar masuk ke dalam waktu gerimis. Masuk di depan pintu, tapi waktu saya lihat dari lubang kunci ternyata sudah gak ada," ujarnya. (sha/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto