KAWASAN Ngagel di Wonokromo Surabaya sudah ada sejak era kolonial. Kawasan ini dahulu sebelum era kolonial masih berupa persawahan yang luas.
Sebab, lokasi awal pusat kota Surabaya berada di kota bawah (Krembangan). Sementara sekitar tahun 1900-an kawasan Ngagel menjadi kawasan industri di Surabaya.
Pegiat Sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, penamaan Ngagel mulai ada era kolonial.
Menurut Chrisyandi, dalam buku Masuk Kampung Keluar Kampung (Akhudiat), Ngagel berarti membuat tali agel.
"Ngagel (membuat tali agel). Tali dari serat pelepah gebang," ujarnya kepada Radar Surabaya.
Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya menambahkan, sebelum era kolonial kawasan Ngagel merupakan persawahan luas. Terutama di sisi timur rel kereta api.
Kemudian sekitar tahun 1916, kawasan Ngagel mulai dikembangkan untuk dibuat tempat industri oleh pemerintah Hindia-Belanda.
"Tanah yang sisi barat rel akhirnya dibuat kawasan industri. Karena dekat dengan transportasi kereta api dan air," bebernya.
Ia melanjutkan, beberapa pabrik yang berdiri di Ngagel seperti pabrik mesin Braat, pabrik rokok dan lainnya. Sehingga kawasan Ngagel menjadi kawasan industri terkenal.
"(Ngagel) mulai padat ya saat penduduk luar kota mulai berdatangan. Awal 1950-an sudah mulai berdatangan ke berbagai wilayah Surabaya," tandasnya. (rus/nur)
Editor : Jay Wijayanto