Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SEJARAH SURABAYA: Kampung Peneleh di Surabaya Ini Juga Punya Masjid Tertua dan Menyimpan Banyak Kisah Sejarah

Hildan Sepka • Selasa, 2 April 2024 | 23:49 WIB
Masjid Jamik Peneleh.
Masjid Jamik Peneleh.

SURABAYA - Kampung Peneleh tak hanya terkenal dengan jejak sejarah dan perjuangan warganya yang telah menjadi ikon Kota Surabaya.

Namun di perkampungan padat penduduk ini juga terdapat sebuah masjid jamik atau masjid raya peninggalan dari tokoh penyebar agama Islam di Surabaya yakni Raden Rahmat alias Sunan Ampel.

Lokasinya berada di antara gang-gang sempit, tetapi masjid di perkampungan di Jalan Peneleh V Surabaya ini cukup luas dan megah.

Masjid ini yang kemudian lazim di sebut Masjid Jamik Peneleh ini memiliki karakter yang sangat kuat. Langgam arsitekturnya masih autentik.

Ini membuktikan bahwa bangunan yang masih difungsikan sebagai tempat ibadah hingga sekarang tersebut tak banyak mengalami renovasi.

Masjid Jami Peneleh ini menyimpan banyak kisah.

Mulai keterkaitan Raden Rahmat atau Sunan Ampel dengan masjid tersebut hingga penyebaran Islam di Surabaya.

Bahkan, menjadi sejarah perjuangan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) melawan penjajah.

Pengamat sejarah Surabaya, Nur Setiawan mengatakan, Sunan Ampel dipercaya sebagai pendiri masjid tersebut.

Menurutnya, dalam beberapa literatur, didirikan pada abad ke-15. Tepatnya pada 1421 tahun silam.

"Saat Sunan Ampel menetap di Peneleh. Menurut cerita yang berkembang, Masjid ini didirikan bahkan sebelum Masjid Ampel yang sekarang ini dikenal banyak orang," ujarnya, Selasa (2/4).

Keterangannya diperkuat oleh Prasasti Mbah Cempo.

Baca Juga: Libur Lebaran, Kebun Binatang Surabaya Siapkan Sinden Bule, Simak juga Harga Tiketnya!

Menurut Nur Setiawan, terdapat komunitas muslim di Peneleh saat itu.
Bahkan, eksistensi mereka sebelum Raden Rahmat pindah ke wilayah Ampel.

"Artinya sebelum ke sana, ke Peneleh dulu," ucapnya.

Awal masjid itu berdiri masih berupa musala. Kecil. Belum sebesar sekarang.

Tapi kemudian bangunan dipugar pada abad ke-18. Sehingga area masjid semakin luas.

"Masjid itu menjadi pusat dakwah wilayah Peneleh. Sunan Ampel sangat berperan dalam syiar Islam saat itu. Kampung ini dikenal sebagai salah satu kampung tua di Surabaya dan menyimpan banyak sejarah," imbuhnya.

Masjid itu memiliki karakter arsitektur yang menarik. Atapnya limas tiga susun menyerupai joglo. Dindingnya bercat putih tulang dengan ornamen keramik.

Langit-langitnya ada hiasan kaligrafi. Bertuliskan asma sahabat Nabi Muhammad SAW. Antara lain, Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Sedangkan tembok masjid seluas 999 meter persegi. Seluruh sisinya dikelilingi 25 ventilasi dan lima daun jendela berhiaskan aksara arab. Bertuliskan nama-nama 25 nabi.

Ada keunikan di ruang utama masjid itu. Yakni tiang penopang yang jumlahnya total ada 10. Konon ini memiliki makna spiritual.

"Tiang-tiang ini dijuluki Soko Guru yang melambangkan 10 malaikat Allah. Keunikan lain masjid ini adalah bentuknya yang seperti kapal terbalik," imbuh Ketua Takmir Masjid Jamik Peneleh, Muhammad Sofyan. (hil/nug/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#raden rahmat #Kampung Peneleh #sunan ampel #sejarah Surabaya #masjid jamik peneleh