Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SEJARAH SURABAYA: Asal Usul Semolowaru dari Wilayah Semolo hingga Keberadaan Kyai Mursyidin

Fajar Yuliyanto • Selasa, 26 Maret 2024 | 16:06 WIB
DULUNYA RAWA: Suasana Jalan Semolowaru saat ini yang selalu ramai mobilitas warga.
DULUNYA RAWA: Suasana Jalan Semolowaru saat ini yang selalu ramai mobilitas warga.

SEMOLOWARU dalam sejarah Surabaya dulu masih bernama asal Semolo.

Wilayah di selatan Surabaya ini dalam sejarah awalnya berupa rawa-rawa, blumbang/empang dan semak belukar yang tidak bisa dihuni oleh masyarakat.

Adapun pemukiman hanya di pinggiran kawasan Semolo. Itu pun tak banyak dan saling terpisah satu sama lain.

“Jadi zaman dahulu di kisaran akhir abad 19, wilayah Semolowaru masih bernama Semolo,” kata pegiat sejarah Surabaya Nur Setiawan.

Laki-laki yang akrab disapa Wawan ini menjelaskan, dalam peta administrasi zaman Belanda, terdapat perkampungan di sekitar wilayah Semolo, yakni kampung Nginden, kampung Ngasem (Klampis Asem) dan kampung Mleto.

Ketiga kampung tadi merupakan kampung tua di Surabaya yang mengelilingi wilayah Semolo.

Menurut cerita tutur warga lokal pasca Indonesia merdeka sekitar tahun 1960-an, barulah wilayah Semolo mulai dirambah oleh masyarakat secara luas dan dijadikan hunian serta perkampungan, lalu diberi nama Semolowaru.

Masih menurut cerita tutur warga setempat, meskipun Semolo di zaman dahulu merupakan kawasan berawa namun terdapat seorang tokoh bernama Mbah Mursyidin, yang tinggal di pinggiran Semolo.

“Beliau adalah tokoh yang menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Peninggalan Mbah Mursyidin berupa langgar yang kini telah menjadi masjid, serta makam beliau dipusarakan yang terkadang dikunjungi oleh peziarah,” ungkapnya. (jar/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#surabaya selatan #sejarah Surabaya #semolowaru