PEMERINTAH kolonial Belanda dalam sejarah telah melakukan penataan pasar-pasar di Surabaya sejak zaman dulu.
Pasar tradisional itu dalam sejarah Surabaya sudah pernah ditata oleh pemerintah Belanda agar pasar tampak lebih rapi, elok dan fungsional.
Ini menjadi cikal bakal pengembangan konsep pasar modern saat ini yang juga memadukan pasar tradisional di bagian bawah dan modern di bagian atas.
Bahkan mungkin bisa dibilang konsep mal, juga meniru konsep ini.
Salah satu jejak penataan pasar ini adanya restoran dengan nama Wan Tong di atas Pasar Pabean.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, pasar modern sudah mulai ada sejak zaman Belanda.
Pada sekitar 1925, Belanda membuat kebijakan untuk menata pasar menjadi lebih modern.
Salah satunya seperti di Pasar Pabean yang dibangun tahun 1849. Di pasar yang terkenal sebagai pusat grosir ikan dan sembako ini, ada restoran di bagian atas pasar tersebut.
"Belanda melihat perlunya restoran ini bagi pedagang untuk bisnis. Negosiasi atau pembicaraan bisnis dilakukan di restoran itu," katanya.
Ini membuat, pasar tidak hanya tempat berdagang saja, melainkan juga ada tempat untuk negoisasi bisnis.
Restoran tersebut pemiliknya orang Tiongkok yang memang berdagang di sana.
"Dulu pasar lebih tertata. Terutama Pasar Pabean, dulu tertata rapi tidak seperti sekarang," ungkapnya. (gun/nur)
Editor : Jay Wijayanto