Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

MISTERI SURABAYA: Naik Bus Hantu Jurusan Banyuwangi-Surabaya, Perjalanan Kurang dari 5 Menit

Jay Wijayanto • Kamis, 14 Maret 2024 | 19:35 WIB
Ilustrasi horor misteri
Ilustrasi horor misteri

KISAH horor dan misteri tidak selalu berkaitan dengan hutan angker atau bangunan terbengkalai. Cerita mistis seringkali juga terjadi di sektor transportasi.
Salah satu kisah misteri yang sering diperbincangkan adalah mengenai bus hantu jurusan Banyuwangi-Surabaya.

Pengalaman yang dialami Winarsih, buruh pabrik roti di Surabaya pada tahun 1990-an, menjadi perhatian banyak orang.

Seperti dilansir Okezone pada Kamis (16/3), cerita tentang keangkeran bus hantu tersebut dimulai ketika Winarsih hendak melakukan perjalanan dari Banyuwangi ke Surabaya pada hari Jumat pukul 20.30 WIB.

Sebelumnya, keluarga Winarsih sudah memperingatkan tentang bahayanya melakukan perjalanan pada Jumat malam. Apalagi Jumat Legi, yakni hari yang dianggap keramat oleh masyarakat Jawa.

Tetapi Winarsih tetap nekat untuk meninggalkan rumah. Dia duduk sendirian di halte di pinggir hutan, menunggu di tengah hujan yang turun.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB, sebuah bus tiba. Winarsih kemudian menghentikan bus tersebut.

Awalnya Winarsih tidak curiga saat masuk ke dalam bus yang telah terisi penumpang lain.

Suasana di dalam bus terasa hening, dengan semua penumpang terdiam tanpa adanya interaksi satu sama lain. Winarsih lalu memilih untuk duduk di bangku tengah bus.

Tidak lama kemudian, kondektur bus mendatangi untuk meminta bayaran karcis sebesar Rp3.000. Namun, tatapan kondektur terasa aneh, seolah-olah tidak memperhatikan Winarsih sama sekali.

Setelah perjalanan yang dirasa panjang, bus yang ditumpangi Winarsih pun tiba di Terminal Purabaya, Bungurasih.

Yang mengejutkan, bus tersebut tidak mengikuti rute yang biasa dilalui menuju terminal. Dan anehnya, bus yang ditumpangi Winarsih hanya berhenti didekat pos satpam.

Setelah beberapa saat turun dari bus, Winarsih dihadang satpam dengan ekspresi ketakutan dan gemetar, sambil melontarkan pertanyaan spontan, "Mbak, kenapa penumpang busnya kok pocongan semua?".

Dengan keraguan, Winarsih memalingkan pandangan ke arah bus, tapi dia dikejutkan bahwa rupanya semua penumpang di dalamnya ternyata adalah hantu pocong. Peristiwa itu membuat Winarsih langsung pingsan seketika.

Winarsih kemudian dibawa ke sebuah ruangan dengan tujuan untuk membantunya kembali sadar. Dia diberikan segelas air putih yang diyakini memiliki kekuatan magis, dan diserbu oleh banyak pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya.

Setelah kembali sadar, Winarsih memeriksa jam tangannya yang menunjukkan pukul 21.05 WIB.

Meskipun Winarsih memulai perjalanan dari Banyuwangi pukul 21.00 WIB, dia tiba di Surabaya pada 20.05 tetapi perasaannya, bus itu melaju dengan kecepatan normal.

Winarsih kemudian memeriksa karcis yang diberikan oleh kondektur bus. Pada karcis tertera tahun 1965 dan nomor polisi yang sesuai dengan bus yang dia naiki malam itu.

Ternyata setelah ditelusuri, bus tersebut mengalami kecelakaan dan terjun ke jurang di sebuah hutan di Banyuwangi pada malam hari.

Semua penumpang dan kru bus meninggal dalam kejadian tragis tersebut, dan kemudian menjadi hantu pocong yang bergentayangan.

Menurut seorang anak indigo bernama Nano Kyuby, bus hantu itu masih sering beroperasi. Dia mengatakan bahwa bus tersebut mengalami kecelakaan dan menewaskan seluruh penumpang dan kru. Mereka kemudian menjadi hantu yang bergentayangan.

Nano juga menyatakan bahwa sebenarnya para hantu tersebut beroperasi dengan tujuan membantu masyarakat Banyuwangi menuju Surabaya.(mg1/gus/nug/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#misteri surabaya