UNTUK memenuhi selera hiburan orang-orang Eropa dan Belanda di Surabaya, sejarah mencatat banyak bermunculan tempat hiburan kala itu.
Tercatat ada tiga gedung kesenian di Surabaya yang digunakan sebagai schouwburg atau gedung teater opera/komedi.
Pengamat sejarah Ikhsan Rosyid mengatakan, gedung kesenian untuk hiburan orang-orang Eropa dan Belanda pertama muncul di Werfstraat atau Jalan Kasuari.
Kemudian gedung kesenian kedua berlokasi di sudut Jalan Bubutan dan Jalan Komedi Lama (Jalan Merak) yang didirikan oleh Hannema, kepala perusahaan Dunlop & Co.
Sedangkan gedung yang ketiga berada di Lapangan Komedie yang didirikan tahun 1854 dibongkar tahun 1923.
"Selain untuk pertunjukan opera komedi, gedung tersebut juga digunakan untuk pertunjukan musik dan tonil (drama)," kata Ikhsan.
Selain gedung kesenian, Kota Surabaya juga memiliki media perkumpulan orang-orang Eropa sekaligus tempat hiburan. Perkumpulan itu dinamakan soos.
"Soos ini merupakan sarana yang penting untuk kehidupan sosial anggotanya, yakni orang-orang Eropa. Di tempat perkumpulan tersebut, mereka dapat melakukan aktivitas membaca, berpesta, bermain biliar, maupun melakukan percakapan atau obrolan dari yang gurauan sampai serius," terangnya.
Soos ini dilakukan di tempat yang disebut societeit.
Societeit pertama di Surabaya bernama Concordia berdiri pada 4 Maret 1843 dan berada di Jalan Kromojayan. 80 tahun kemudian Concordia pindah ke Jalan Tunjungan. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto