SURABAYA-Keberadaan pom bensin atau SPBU menurut sejarah Surabaya sudah ada sejak dahulu.
SPBU di Surabaya menurut sejarahnya berlokasi di kawasan Gubeng dan Gamblongan.
Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) merupakan perusahaan milik negara (BUMN) dari Belanda yang membuka SPBU di Surabaya.
Pustakawan sejarah Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, BMP merupakan perusahaan minyak yang bermarkas di Den Haag, Belanda.
BMP banyak mengelola sumber minyak termasuk di sumur-sumur yang ada di kawasan Wonokromo, Surabaya.
Seiring berjalannya waktu, moda transportasi berkembang. Mobil mulai masuk di Surabaya sehingga membuat BMP perlu mendirikan SPBU atau depot bensin.
"Kehadiran transportasi dan kendaraan pribadi milik orang-orang berduit saja ketika itu. Kehadiran pom bensin milik BMP di kawasan Gubeng tahun 1930 menjadi bukti adanya kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin," kaya Chrisyandi.
Yang memiliki kendaraan merupakan orang yang kaya ketika itu.
Seperti orang-orang Eropa, termasuk pejabat maupun saudagar yang mempunyai kendaraan yang bahan bakarnya menggunakan bensin.
SPBU BMP di Gubeng mengambil minyak dari distribusi kilang minyak di Wonokromo.
Selain itu, SPBU itu merupakan satu-satunya yang berlokasi di tengah kota. Tampilan SPBU pun tampak megah di zamannya.
"Keberadaan minyak menjadi barang mahal yang hanya dibeli oleh orang-orang Eropa maupun saudagar yang bermukim di Surabaya," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto