SURABAYA sudah menjadi kota modern pada masa penjajahan Belanda. Sekitar tahun 1900-an, Surabaya menjelma sebagai kota industri dengan berbagai perusahaan yang beroperasi di sana.
Tak pelak, modernisasi mulai menyentuh kota ini. Banyaknya perusahaan Eropa dan beberapa industri seperti pabrik gula dan pabrik lainnya membuat perputaran ekonomi di Surabaya sangat berkembang dibanding kota lain.
Berkembangnya perekonomian dan industrialisasi di Surabaya membuat Pemerintah Kolonial Belanda melihat peluang tersebut.
Menurut sejarah Surabaya, Belanda membuat Jaarmarkt untuk membantu pemasaran perusahaan di Surabaya, baik hasil bumi maupun alat-alat modern untuk industri.
Jaar dalam bahasa Indonesia berarti tahun, sementara markt adalah pasar. Jaarmarkt diartikan pasar tahunan.
Pasar ini diselenggarakan pertama kali pada 21 Mei 1905 oleh kontrolir J.E. Jasper.
Pasar tahunan di Surabaya ini terbilang berhasil pada saat itu. Hingga seluruh daerah di Indonesia mengadopsi acara ini. Mulai dari Bandung, Jakarta, hingga Sumatera.
"Jaarmarkt ini merupakan cikal bakal expo yang diselenggarakan saat ini. Tidak hanya pameran saja, melainkan juga ada hiburan baik sirkus maupun permainan dermulen," kata Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan.
Sambutan antusias ini membuat Jaarmarkt menjadi jujugan masyarakat dan pengusaha Eropa maupun penduduk Indonesia memamerkan hasil usahanya maupun hasil bumi.
Kontrolir mengadakan pada periode September-Oktober. Pemilihan ini didasarkan pada musim kemarau agar pelaksanaan tidak terganggu hujan. (gun/nur)
Editor : Jay Wijayanto