TAK hanya menjajah wilayah dan menyedot sumber daya alamnya, pemerintah kolonial Belanda dahulu juga membangun suatu kawasan.
Banyak kawasan dibangun dan dikembangkan untuk kepentingan mereka. Tak terkecuali di Surabaya.
Banyak kawasan yang dibangun dan dikembangkan sesuai kebutuhan mereka. Salah satunya yakni sistem penyuplai air bersih, khususnya di kawasan-kawasan ekslusif Eropa.
Sisa-sisa sistem penyuplai air bersih yang masih ada di Surabaya adalah menara air atau water toren. Jadi bangunan ini berfungsi sebagai penyuplai air bersih yang dibangun sejak zaman kolonial.
Pemerhati Sejarah Surabaya Muhammad Nur Setiawan menuturkan, water toren di Surabaya masih bisa di sejumlah tempat. Pertama di kawasan Krembangan yang saat ini difungsikan oleh PDAM Surya Sembada.
"Water toren ini berada awalnya dibangun di sekitar pemukiman warga Eropa dan pejabat pemerintah Hindia. Jadi sengaja dibangun untuk memudahkan akses mendapatkan kebutuhan air bersih," katanya, Minggu (14/1).
Wawan mengatakan, awal mula dibangun water toren ini masih di wilayah yang banyak dihuni oleh bangsa Eropa. Kemudian menyebar di Jalan Mastrip, sekitar stasiun. "Selain itu juga ada di Stasiun Wonokromo," katanya.
Menurut Wawan, sapaan akrabnya, pembangunan water toren di stasiun ini sangat penting. Ia menambahkan, air saat itu sangat dibutuhkan untuk keperluan kereta api uap tempo dulu.
"Selain untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan pemukiman Eropa, kebutuhan air memang sangat diperlukan bagi kereta uap," pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Jay Wijayanto