SURABAYA - Di kawasan sungai Kalimas sekitar Jalan Ngagel-Darmo Kali terdapat jembatan yang unik dan masih menggunakan konstruksi lama dari baja. Namanya jembatan Bungkuk atau warga sekitar menyebutnya kretek bungkuk.
Hingga saat ini masih biasa digunakan warga sekitar untuk jalan kaki menyeberang dari kawasan Darmo Kali ke Ngagel maupun sebaliknya.
Koordinator Begandring Soerabaia Surabaya Nanang Purwono mengatakan konstruksinya yang melengkung di atas sungai Kalimas, kemudian jembatan tersebut disebut jembatan Bungkuk.
"Melihat ada angka tahun (1920) pada pipa di sana bahwa pembangunan pada sekitar awal abad 20," ujarnya.
Nanang menjelaskan, dahulu jembatan dibuat melengkung dan memiliki konstruksi di tengah-tengahnya bisa diangkat yang umum disebut jembatan angkat.
Hal itu dikarenakan di era kolonial sungai Kalimas masih digunakan sebagai sarana transportasi air.
Banyak hilir mudik perahu melintasi aliran sungai Kalimas. Oleh sebab itu dahulu banyak jembatan di atas sungai Kalimas bisa diangkat. Salah satunya seperti jembatan Petekan.
"Konstruksi jembatan masih asli. Terbuat besi baja dan lantai kayu. Hanya lantai kayu yang mengalami pergantian beberapa," sebutnya.
Sementara pemerhati sejarah Surabaya Kuncarsono Prasetyo menjelaskan, jembatan itu merupakan jembatan baru.
"Itu jembatannya baru. Tapi pipanya yang lama karena itu bekas pipa minyak mentah tahun 1920-an," ungkapnya.
Kuncar menerangkan, untuk konstruksi jembatan memang masih menggunakan konstruksi besi baja lama dengan alas jembatan berupa kayu. "Iya konstruksi lama. Itu sekarang pipa PDAM," tukasnya. (rus/nur)
Editor : Jay Wijayanto