Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenang Jasa Penulis Sejarah dan Pendiri Museum Surabaya G.H von Faber dari Makamnya di Kembang Kuning

Fajar Yuliyanto • Jumat, 12 Januari 2024 | 22:57 WIB
BERJASA BESAR: Makam Von Faber yang ada di komplek makam Kembang Kuning.
BERJASA BESAR: Makam Von Faber yang ada di komplek makam Kembang Kuning.

GODFRIED Hariowald Von Faber atau lebih dikenal dengan Von Faber adalah warga Surabaya kebangsaan Jerman. Dia lahir di tanggal 1 Desember 1899 dan meninggal tanggal 29 September 1955.

Jasanya terhadap sejarah dan museum di Surabaya cukup besar.

Banyak jejak jasa Von Faber yang bisa ditemui di Surabaya.

Termasuk makamnya yang ada di kompleks makam Kembang Kuning.

Setelah menyelesaikan bukunya Er Wardeen Stad Geboren (Lahirnya Sebuah Kota) pada tahun 1953, dua tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 29 September 1955 Von Faber meninggal dunia dan di semayamkan di pemakaman Kembang Kuning.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, makam Von Faber cukup terawat setelah direnovasi oleh wali kota Surabaya.

Sebelum ditemukan dan akhirnya direnovasi, makam Von Faber sempat tidak diketahui posisinya.

Pada sekitar tahun 2001, atas jasa tim cagar budaya Von Faber yang dimotori oleh pemerhati sejarah Surabaya, Eddy Samson dkk, maka makam penulis yang juga wartawan Surabaya ini akhirnya ditemukan. 

Di makam ini tertulis kata-kata mutiara dalam bahasa Belanda yang berbunyi Hier Rust Mijn Lieve Man En Vader : GH Von Faber : Geb Soerabaia 1 dec 1899 overl, 29 September 1955. Hij ruste in vrede Mama an Ruud. 

Artinya: “Di sini beristirahat suamiku dan ayah tercinta” GH. Von Faber yang lahir di Surabaya 1 Desember 1889 dan meninggal 29 September 1955. Dia telah beristirahat dalam damai wahai istriku dan anakku, Ruud."

Selain kata-kata mutiara, foto Von Faber juga terpampang di atas nisan.

“Meski sudah puluhan tahun tiada, makamnya masih sering dikunjungi. Khususnya oleh para pecinta sejarah. Mereka ingin menyaksikan tokoh yang karya-karyanya menjadi rujukan peneliti sejarah Surabaya,” paparnya.

Selain menulis buku sejarah Kota Surabaya yang pertama, Von Faber juga dikenal sebagai pendiri Stedelijk Historich Museum atau Museum Sejarah Kota Surabaya pada 25 Juni 1937 yang menyimpan koleksi pribadinya.

Museum yang berlokasi di ujung persimpangan Jalan Darno dan Jalan Diponegoro ini kemudian berubah nama menjadi Museum Mpu Tantular dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur.

Kini museum tersebut menjadi Museum Bank Indonesia dan Museum Mpu Tantular pindah ke Jalan Buduran di bawah flyover Desa Siwalanpanji, Sidoarjo. (jar/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#museum sejarah surabaya #GH von Faber #museum mpu tantular