Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Keberadaan Kampung Lawas di Surabaya Saksi Perjuangan Arek-Arek Suroboyo Lawan Inggris

Guntur Irianto • Jumat, 12 Januari 2024 | 02:22 WIB

 

PATRIOTISME: Arek-arek Suroboyo berjuang dan angkat senjata ikut memperjuangkan kemerdekaan.
PATRIOTISME: Arek-arek Suroboyo berjuang dan angkat senjata ikut memperjuangkan kemerdekaan.

SURABAYA - Kedatangan pasukan Inggris ke Surabaya untuk mempertegas kemenangan sekutu terhadap Jepang pada masa itu disambut para pejuang arek-arek Suroboyo dengan angkat senjata.

Tak sedikit kampung lawas saat itu disisir tentara Inggris untuk mencari persembunyian pejuang Indonesia.

Kampung lawas di Surabaya sebagai saksi bagaimana perlawanan pejuang, arek-arek Suroboyo, untuk mempertahankan kemerdekaan.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, kala itu saat Inggris datang banyak perlawanan dari pejuang.

Pejuang yang melakukan perlawanan ini tahu kalau Indonesia sudah merdeka kala itu lewat siaran radio dari dalam maupun luar negeri.

Sehingga mereka melakukan perlawanan terhadap Inggris di wilayahnya masing-masing.

"Pejuang ini berada di perkampungan lawas salah satunya di Bagong dan kampung lainnya. Mereka bergerak melawan," katanya.

Perlawanan ini membuat pecahnya perang 10 November 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Sebelum perang besar yang terkenal dalam sejarah itu, Inggris melakukan penyisiran di kampung-kampung yang dianggap digunakan sebagai tempat persembunyian para pejuang kala itu.

"Tidak semua, karena saat itu informasi jika Indonesia merdeka belum menyebar ke semua. Ditambah lagi, Inggris memiliki informan di setiap kampung, informannya masyarakat kita sendiri," ujarnya. (gun/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#hari pahlawan #Perang 10 Nopember #pasukan sekutu #Kampung Lawas #inggris